12th UNESCO-Sharjah Prize for Arab Culture

Dalam rangka memperingati pengesahan kota Sharjah sebagai Kota Budaya Wilayah Arab pada tahun 1998 , Pemerintah Emirat Sharjah dan Yang Mulia Sheikh Sultan bin Mohammed Al Qasimi – mengusulkan kepada UNESCO sebuah program UNESCO-Sharjah Prize for Arab Culture. Program ini berupa penyerahan penghargaan yang akan dianugerahkan kepada dua orang dari dalam dan luar wilayah Arab yang melalui pekerjaan dan prestasi mereka yang luar biasa, telah berpartisipasi dalam menyebarkan pengetahuan tentang seni dan budaya Arab .

Pada edisi sebelumnya, UNESCO-Sharjah Prize for Arab Culture telah dianugerahkan kepada seorang intelektual dari Algeria, Mustapha Cherif, seorang eseis dan pembela dialog antar budaya. Selain itu, hadiah ini juga telah dianugerahkan kepada Arab British Centre, sebuah organisasi yang bertempat di London, yang berperan mempromosikan budaya Arab pada kalangan masyarakat luas. Tujuan dari prize ini adalah untuk menghargai kontribusi signifikan dari tokoh terkemuka, sekelompok orang atau lembaga dari negara-negara Arab dan dari luar negeri, untuk pengembangan, pengetahuan dan penyebaran budaya Arab dengan cara artistik, intelektual juga promosi yang meningkatkan dialog dan pemahaman antarbudaya. Kandidat yang diusulkan harus telah mendapatkan reputasi Internasional untuk tindakannya selama beberapa tahun.Para pemenang sendiri merupakan hasil yang dipilih oleh Direktur Jenderal UNESCO dengan rekomendasi dari tim juri dengan reputasi Internasional di bidang kebudayaan Arab. Pemenang akan mendapatkan hadiah sebesar $60.000 yang dibagi kepada para pemenang, dan akan diberikan pada upacara resmi yang akan diadakan di kantor pusat UNESCO di Paris.
Dengan menerima penghargaan ini, para pemenang diharapkan untuk terus berkomitmen untuk tetap mempromosikan keragaman budaya Arab melalui bidang keahlian mereka masing-masing.

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, Indonesia diundang untuk mengirimkan kandidat yang memenuhi kualifikasi melalui rekomendasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.