Rapat Pleno Tengah Tahun 2018 Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kemendikbud

Semangat Multilateralisme, Dasar Kerjasama Luar Negeri Indonesia

Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Pleno Tengah Tahun pada hari Senin, 13 Agustus 2018. Rapat Pleno Tengah Tahun KNIU Kemendikbud 2018 bertempat di Aula Gedung A, Lantai 3, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dihadiri oleh pembicara atau nara sumber yang mewakili focal point dari masing-masing pengampu program UNESCO, perwakilan seluruh kementerian/lembaga terkait program UNESCO, UNESCO Office Jakarta, pemerintah daerah, tenaga ahli, mitra kerja, NGOs, dan tokoh masyarakat.

Rapat Pleno Tengah Tahun KNIU Kemendikbud 2018 dibuka dengan paparan dari Ketua Harian KNIU, Prof. Dr. Arief Rachman, MPd. Dalam paparannya, Prof. Arief menyampaikan penjelasan singkat mengenai Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), program-program yang dilakukan serta focal points yang terlibat, capaian KNIU dan Indonesia pada program UNESCO maupun keanggotaan pada badan subsider, serta kegiatan fasilitasi yang dilakukan KNIU. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata pengantar dari perwakilan UNESCO Office Jakarta, Dr. Hans D. Thulstrup, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras pemerintah Indonesia dalam mengimplementasi program-program UNESCO. Kemudian Duta Besar LBBP RI untuk Perancis sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, menyampaikan sambutannya mengenai perkembangan program kerjasama Indonesia dan UNESCO. Dalam sambutannya, Dr. Hotma menghimbau untuk menjaga kekayaan Indonesia yang telah diakui dunia agar tetap dalam kondisi yang layak serta pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam mencapai keberhasilan implementasi program-program UNESCO di Indonesia. Rapat Pleno Tengah Tahun KNIU Kemendikbud 2018 dibuka oleh Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc., Ph.D, yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selaku Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang berhalangan hadir.

Pada acara ini, dilakukan pula penyerahan plakat penghargaan kepada Prof. Dr. Ing Wardiman Djojonegoro, Prof. Dr. Edi Sedyawati, Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah, Prof. Dr. Taufik Abdullah, serta Prof. Dr. Lukman Hakim selaku para ahli yang membantu jalannya tugas dan peran Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Plakat penghargaan juga diserahkan kepada Dr. Hans D. Thulstrup (UNESCO Office Jakarta) dan Dr. Hotmangaradja Pandjaitan.

Rapat Pleno Tengah Tahun KNIU Kemendikbud 2018 dilanjutkan dengan pelaksanaan sesi pertama, yaitu Laporan Singkat Perkembangan Pelaksanaan Program Bidang UNESCO Tahun 2018 oleh perwakilan dari kementerian/lembaga terkait. Sesi yang dimoderasi oleh Ketua Harian KNIU ini, diawali dengan laporan dari bidang sains, yaitu program Man and Biosphere (MAB), Bioethics, Management of Social Transformation (MOST), Geopark Indonesia, Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) dan International Hydrology Program (IHP), Warisan Alam Dunia (World Natural Heritage), serta L’Oreal for Women in Science (FWIS). Sesi dilanjutkan dengan laporan pada bidang kebudayaan yaitu dari Kelompok Kerja Program Warisan Dunia Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, dan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud yang melaporkan perkembangan dari program Warisan Kolektif Dunia (World Cultural Heritage) dan Intangible Cultural Heritage (ICH). Selanjutnya dari bidang komunikasi dan informasi, dilaporkan perkembangan dari program Memory of The World (MOW) oleh Komite Nasional MOW Indonesia dari LIPI,  dan oleh Dewan Pers Indonesia disampaikan laporan mengenai International Program for Development of Communication (IPDC) dan Safety Journalist and World Press Freedom Day. Kemudian sesi dilanjutkan dengan laporan pada bidang pendidikan, yaitu program Education for Sustainable Development (ESD)/Global Citizenship Education (GCED), Associated School Project Network (ASPnet)/International Education and Research Network (iEARN), Gerakan Literasi Nasional, Early Childhood and Education (PAUD), serta Lifelong Learning and Adult Learning and Education.

Di sesi kedua Rapat Pleno Tengah Tahun KNIU Kemendikbud 2018 berupa diskusi panel, pembahasan mengarah kepada situasi global yang akhir-akhir ini cenderung menganut pendekatan unilateralisme yang ditandai dengan penarikan diri Amerika Serikat dan Israel dari sejumlah kesepakatan global dan organisasi internasional, termasuk UNESCO. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil Indonesia dalam konteks kerjasama internasional, terutama dengan UNESCO. Pada kesempatan ini, Direktur Sosbud dan OINB Kementerian Luar Negeri, Kamapradipta Isnomo, menyampaikan bahwa perlu adanya kajian lebih mendalam mengenai hubungan Indonesia dengan UNESCO agar program UNESCO yang berjalan di Indonesia selaras dengan prioritas nasional maupun global.

Sebagai penutup sesi diskusi panel, Prof. Dr. Arief Rachman, MPd. menyampaikan bahwa UNESCO merupakan laboratorium pemikiran (laboratory of ideas) yang merumuskan bahwa pentingnya peran pendidikan, sains, kebudayaan, serta informasi dan komunikasi dalam pembentukan karakter bangsa demi mencapai perdamaian dunia. Dengan menjalin kerjasama dengan UNESCO, diharapkan Indonesia dapat berkembang dan maju pada sektor-sektor tersebut sehingga dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Berkenaan dengan situasi global yang cenderung unilateralisme, Indonesia akan menjaga semangat multilateralisme sebagai dasar dari kerjasama dengan luar negeri dalam mencapai mencapai tujuan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan global (Sustainable Development Goals/SDGs).

Presentasi Rapat Pleno

Dokumentasi