Peringatan Hari Guru Sedunia 2018: Lokakarya Nasional Dorong Guru Indonesia Meningkatkan Kualitas Profesionalisme

Foto: Agi Bahari, BKLM Kemendikbud.
Foto: Agi Bahari, BKLM Kemendikbud.

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud dan Kantor Perwakilan UNESCO Jakarta menyelenggarakan Lokakarya Nasional dalam rangka Peringatan Hari Guru Sedunia (World Teachers Day). Dengan mengusung tema “Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas”, Lokakarya Nasional dalam rangka Peringatan Hari Guru Sedunia dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Muhadjir Effendy, pada hari Selasa (02/10/2018), di Lantai 3 Gedung A Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

 

Dalam pidato sambutannya, Mendikbud Muhadjir Effendy, yang juga merupakan Ketua KNIU Kemdikbud, menyampaikan bahwa guru merupakan unsur penting dalam pendidikan, yang olehnya dianalogikan sebagai akar rumput. “Tidak akan ada pendidikan menghijau kalau tidak ada guru. Pendidikan tidak akan subur kalau gurunya tidak subur,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy. Pada kesempatan ini, Mendikbud juga menyampaikan bahwa guru adalah pekerjaan profesional dengan tanggung jawab yang besar. Definisi profesional adalah tidak semua orang bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Diakui di Indonesia hak-hak guru sebagai sebuah profesi belum sepenuhnya terpenuhi. Namun demikian Kemendikbud terus berusaha keras untuk menjadikan profesi guru sebagai pekerjaan profesional yang mumpuni.

 

Lokakarya ini dihadiri lebih dari 350 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan, kementerian dan lembaga, UN agencies, universitas, masyarakat sipil dan sekolah, serta lembaga internasional. Acara diisi dengan panel presentasi oleh para pakar di bidang pendidikan dan pemerintahan. Selain itu, juga ada gelar wicara yang menampilkan guru dan tenaga kependidikan berprestasi, yang berbagi tentang inovasi dan kreatifitas mereka dalam melaksanakan proses belajar mengajar serta kemampuan mereka untuk terjun di kancah internasional.

 

Salah satu narasumber yang turut menyampaikan presentasi adalah Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. Dalam paparannya, Arief Rachman menyampaikan bahwa ada enam unsur yang berkaitan dengan profesi guru. Keenam unsur tersebut adalah nilai (value), etika (ethic), sikap (attitude), kebiasaan (habits), ilmu pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skill). Dengan meningkatkan dan menjaga kestabilan keenam unsur ini, guru sebagai pendidik dapat mengantarkan pelajar menjadi pribadi yang bertakwa, matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, mempunyai rasa kebangsaan, dan berwawasan global.

 

Ditemui di sela prosesi acara, peserta guru asal Papua Barat, Debora Rannu dan Yuwevita Isir, menyampaikan apresiasi terhadap acara lokakarya ini. “Saya secara pribadi merasa kegiatan ini sangat membuka pemikiran kami, khususnya guru-guru asal Indonesia timur.” kata Debora Rannu. Ia mengatakan pula bahwa banyak hal yang disampaikan pada acara ini memotivasi para peserta untuk menjadi guru yang tidak sekedar memberikan materi pelajaran saja, tapi juga menjadi pendidik yang memberi teladan bagi siswa. Sedangkan Yuwevita Isir, menambahkan bahwa kegiatan yang sangat bermanfaat seperti ini sebaiknya ditingkatkan dan diadakan pula di Papua agar semakin banyak guru yang dapat terlibat dan terbuka wawasannya terhadap semangat kependidikan.

 

 

Tentang Hari Guru Sedunia

Hari Guru Sedunia (World Teachers’ Day) diperingati pada tanggal 5 Oktober setiap tahunnya, dan dilakukan dalam rangka memperingati penandatanganan Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang Status Guru. Di tahun 2018 ini, tema yang diusung secara internasional adalah “Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas” (The right to education means the right to a qualified teacher). Tema ini dipilih untuk mengingatkan masyarakat dunia bahwa hak atas pendidikan tidak dapat dicapai tanpa hak untuk guru yang terampil dan berkualitas. Peringatan Hari Guru Sedunia tahun 2018 menekankan pembahasan tentang empat hal, yakni 1) Kisah sukses sekolah atau komunitas, di mana guru telah membuat perbedaan bagi anak-anak yang terpinggirkan atau rentan yang hidup dalam situasi darurat atau krisis; 2) Contoh bagaimana negara telah berhasil menyebarkan guru yang terlatih dan berkualitas ke daerah terpencil atau pedesaan; 3) Pemerintah, organisasi guru, dan sektor swasta dapat bekerja bersama untuk memobilisasi pembiayaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perekrutan dan pelatihan guru; dan 4) Pendekatan inovatif untuk menjaga guru termotivasi untuk tetap dalam profesi dan untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

 

Materi narasumber Lokakarya Nasional dalam rangka Hari Guru Sedunia 2018 dapat diunduh di tautan berikut:
https://drive.google.com/drive/folders/1ye8VRVmxWnsUScxpo8BtpW_4x0ttAVKl?usp=sharing

 

Ikuti akun media sosial kami:
Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO
Twitter: KNIUKemdikbud
Instagram: KNIUKemdikbud 



9 Comments

Leave a Reply