Indonesia Terima Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum untuk Peningkatan Kompetensi Guru

 

Paris, KNIU — Indonesia menerima penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum untuk Praktik Luar Biasa dan Kinerja dalam Meningkatkan Efektivitas Guru (The UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum Prize for Outstanding Practice and Performance in Enhancing the Effectiveness of Teachers) atas program Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Berjenjang bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

 

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendidikan Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Rashid bin Hamdan bin Rashid Al Maktoum, didampingi oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, pada tanggal 5 Oktober 2018 di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Sedunia Tahun 2018. Pada acara penganugerahan Hamdan Prize ini, Indonesia diwakili oleh Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud, Abdoellah. Acara ini juga dihadiri oleh Duta Besar/Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Hotmangaradja Pandjaitan.

 

Selain Diklat Berjenjang dari Indonesia, dua nominasi lain yang juga memperoleh penghargaan serupa adalah Pusat Pemodelan Matematika dari Universitas Chile untuk program “Suma y Sigue: Matemática en línea, serta Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara untuk Program Pelatihan Guru Transformasi Jalur Cepat (The Fast-track Transformational Teacher Training Programme) yang diemplementasi di Ghana. Ketiga pemenang ini dipilih dari 150 nominasi yang diajukan oleh Pemerintah Negara Anggota UNESCO dan organisasi mitra UNESCO. Ketiga pemenang ini berhak atas pendanaan sebesar USD 100.000 untuk pengembangan masing-masing program lebih lanjut.

 

Pengajuan Program Diklat Berjenjang sebagai nominasi Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum 2018 telah dilakukan pada tanggal 17 November 2017 dan difasilitasi oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud. Setelah melalui proses penilaian yang dilakukan oleh lima orang juri independen yang merupakan pakar pendidikan dengan reputasi internasional, Program Diklat Berjenjang (The Diklat Berjenjang Project) dari Indonesia dinyatakan berhak meraih Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum 2018.

 

Ditemui seusai acara penganugerahan, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd menyampaikan rasa syukur dan selamat atas prestasi Indonesia di bidang pendidikan berupa peningkatan kompetensi guru. “Kita bersyukur Indonesia pada tahun 2018 ini berhasil mendapatkan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum Prize. Selamat kepada Indonesia dan mudah-mudahan kita bisa terus mencapai penghargaan lainnya.” ucap Arief Rachman.

 

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: KNIU Kemdikbud

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply