Indonesia Terima Penghargaan dari UNESCO dan Pemerintah Jepang dalam Bidang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan

© UNESCO

Paris, KNIU — Indonesia menerima penghargaan internasional dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan Pemerintah Jepang atas praktik terbaik dalam bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD). Penghargaan UNESCO-Japan Prize on ESD 2018 ini diberikan pada Yayasan Kalabia Indonesia (YaKIn) untuk program yang bertajuk “Environmental Education for the Heart of the Coral Triangle” pada Selasa, 9 Oktober 2018 di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis.

 

Dalam acara penganugerahan UNESCO-Japan Prize on ESD 2018, penghargaan diserahkan oleh Duta Besar Jepang untuk UNESCO, H.E. Takio Yamada, sebagai perwakilan dari Pemerintah Jepang didampingi oleh Asisten Direktur Jendral untuk Bidang Pendidikan UNESCO, Stefania Giannini, kepada masing-masing perwakilan pemenang. Indonesia diwakili oleh Pendiri dan Penasihat Program Yayasan Kalabia Indonesia, Angela Beer, menyampaikan rasa terima kasih kepada UNESCO dan Pemerintah Jepang. “Kami berharap ini adalah awal dari penskalaan program di seluruh Indonesia dan akan mempercepat proses perubahan paradigma dalam lintasan pembangunan bangsa dengan memastikan semua pemuda Indonesia dan masyarakat memiliki akses ke pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Terima kasih kepada UNESCO dan Jepang, hadiah ini dapat membantu kami melakukan hal itu.” ucap Angela Beer.

 

Selain Yayasan Kalabia Indonesia, terdapat dua nominasi lain yang memenangkan UNESCO-Japan Prize on ESD 2018 yaitu The Namib Desert Environmental Education Trust (NaDEET) dari Namibia dan Yayasan Let’s Do It dari Estonia. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah sebesar USD 50.000 untuk pengembangan program lebih lanjut.

 

Program Environmental Education for the Heart of the Coral Triangle merupakan pendidikan interaktif tentang konservasi laut yang ditujukan kepada penduduk desa-desa pesisir terpencil di Papua Barat. Melalui program yang dikelola oleh pendidik setempat dan dilakukan di atas kapal sepanjang 34 meter ini, para pemuda lokal memperoleh pengetahuan, kesadaran, dan penghargaan terhadap sumber daya alam komunitas mereka, sekaligus membangun rasa tanggung jawab untuk melestarikan ekosistem unik di sekitar mereka.

 

Pada acara penganugerahan, turut hadir Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. yang menyampaikan selamat kepada Yayasan Kalabia Indonesia atas prestasi yang mengangkat nama baik Indonesia di bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Arief Rachman juga menyampaikan apresiasi terhadap UNESCO dan Pemerintah Jepang, “Kami juga sangat menghargai Pemerintah Jepang yang mempromosikan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) dengan memberikan Penghargaan UNESCO-Japan Prize on ESD setiap tahun.”

 

UNESCO-Japan Prize on ESD tahun 2018 ini merupakan penghargaan kedua yang diterima Indonesia. Sebelumnya Indonesia mendapat penghargaan ini pada tahun 2015 melalui Program  kewirausahaan Eco-Friendly Pemuda dan Dewasa dari Jayagiri Centre Indonesia.

 

 

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: KNIU Kemdikbud

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply