Hadiri Pertemuan Dewan Eksekutif UNESCO Ke-205, Indonesia Terima Simpati Dunia atas Bencana Alam yang Terjadi

©UNESCO
©UNESCO

Paris, KNIU — Indonesia hadiri pertemuan Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization ke-205 (205th Session of Executive Board-UNESCO) yang diselenggarakan pada tanggal 3-17 Oktober 2018 di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis. Acara ini merupakan pertemuan rutin antara perwakilan negara-negara anggota Dewan Eksekutif UNESCO yang dilakukan dua kali dalam satu tahun.

 

Dewan Eksekutif (Executive Board) UNESCO merupakan salah satu dari tiga organ konstitusional UNESCO, dua lainnya adalah Konferensi Umum dan Sekretariat. Dewan Eksekutif UNESCO dipilih oleh Sidang Umum (General Conference) UNESCO dan bertindak di bawah otoritasnya dalam mengawal program kerja dan organisasi. Dewan Eksekutif UNESCO terdiri dari 58 negara anggota, masing-masing dengan masa jabatan empat tahun. Pada Sidang Umum yang ke-39, Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif untuk periode 2017-2021. Selama masa keanggotaan Indonesia di UNESCO sejak tahun 1950, Indonesia telah delapan kali menduduki jabatan sebagai anggota Dewan Eksekutif UNESCO. Dewan Eksekutif UNESCO ini melaksanakan pertemuan setidaknya empat kali dalam dua tahun.

 

Pertemuan Dewan Eksekutif UNESCO dibagi menjadi beberapa sesi, salah satunya adalah sesi Rapat Pleno. Dalam Rapat Pleno, masing-masing negara anggota Dewan Eksekutif UNESCO menyampaikan Pernyataan Nasional (national statement) terkait dengan agenda sidang. Pernyataan Nasional Indonesia disampaikan oleh Duta Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Hotmangaradja Pandjaitan, pada sesi Rapat Pleno tanggal 9 Oktober 2018.

 

Dalam Pernyataan Nasional, Dubes Hotmangaradja menyampaikan tiga poin utama, yaitu yang pertama Indonesia menyatakan mendukung transformasi strategis UNESCO dan segala bentuk proses reformasi yang sedang berlangsung di UNESCO. Indonesia mengharapkan proses transformasi ini dapat memperkuat UNESCO sekaligus berdampak positif bagi negara anggota. Kedua, Indonesia menyampaikan bahwa telah aktif terlibat dalam berbagai Program UNESCO, seperti Program Man and Biosphere (MAB), International Hydrological Programme (IHP), dan Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC). Indonesia juga mendukung keputusan Direktur Jenderal untuk meningkatkan hubungan kerja dan modalitas antara field network dan Kantor Pusat. Ketiga, Indonesia menegaskan komitmen yang kuat dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada bidang pendidikan (Sustainable Development Goals-4/SDG-4).

 

Pada kesempatan yang sama, banyak perwakilan dari negara-negara anggota lain yang menyampaikan simpati dan duka cita terhadap bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Pesan yang sama turut disampaikan oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, dalam laporannya. Azoulay mengatakan bahwa betapa pentingnya program pelatihan peringatan dini tsunami untuk menjangkau hingga ke daerah-daerah yang lebih spesifik. “Peristiwa tragis yang baru-baru ini melanda Indonesia di zona yang, sayangnya, tidak dicakup oleh sistem peringatan tsunami internasional IOC karena geografi spesifiknya, menunjukkan kepada kita betapa pentingnya program pelatihan peringatan dini tsunami.” kata Azoulay.

 

Menanggapi besarnya rasa simpati dan duka cita yang datang dari pihak internasional, Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas simpati dan bantuan internasional yang tersalur untuk bencana alam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini melalui Pernyataan Nasional yang dibawakan oleh Dubes Hotmangaradja.

 

 

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: KNIU Kemdikbud

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply