Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Hadiri The 3rd Huangshan Dialogue on UNESCO Sites and Sustainable Development

©Andrew Fangidae/KNIU Kemdikbud

 

Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KNIU Kemdikbud RI) hadiri Dialog Huangshan tentang Situs UNESCO dan Pembangunan Berkelanjutan Ke-3 atau The 3rd Huangshan Dialogue on UNESCO Sites and Sustainable Development yang dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober hingga 3 November 2018 di Huangshan, China. Huangshan Dialogue on UNESCO Sites and Sustainable Development merupakan dialog internasional yang diadakan setiap dua tahun sekali dengan tujuan untuk memfasilitasi ruang diseminasi ide, informasi, pengalaman, pengetahuan tentang pembelajaran dari masa lalu. Forum ini juga diadakan sebagai penguatan masa depan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi pada perencanaan geo-spasial guna mengidentifikasi, menominasikan, mengonservasi, memonitor, mengelola dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada wilayah-wilayah di berbagai negara yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO, baik sebagai cagar biosfer dunia maupun geopark global.

 

Dialog Huangshan tentang Situs UNESCO dan Pembangunan Berkelanjutan Ke-3 mengangkat tema “Situs UNESCO Memfasilitasi Pembangunan Berkelanjutan” (UNESCO Sites Facilitating Sustainable Development). Pada kesempatan ini, para Ilmuwan, pengelola situs, tenaga ahli dari UNESCO, serta organisasi internasional terkait saling berbagi informasi dan mendiskusikan pengetahuan serta pengalaman dengan dukungan teknologi informasi komunikasi terkini yang dikemas dalam lima topik utama. Kelima topik utama tersebut yaitu “Monitoring Methodologies and Technologies for UNESCO Sites”, “Disaster Risk Assessment and Mitigation for UNESCO Sites”, “Multi-stakeholder Engagement for the Sustainable Development of UNESCO Sites”, “Sustainable Tourism of UNESCO Sites”, dan “Cooperation and Common Development among UNESCO Sites along the One Belt and One Road”. Selain itu, paparan proyek riil yang disampaikan dalam acara ini di antaranya adalah “Space-eye of Radar Interferometery Promote the Sustainable Conservation of Angkor World Heritage Site”, serta “Community Engagement and Technology in monitoring of the Gombe Masito Ugalla Bisophere Reserve (GMU-BR) in Western Tanzania”.

 

Partisipasi KNIU Kemdikbud dalam dialog internasional ini merupakan rangkaian acara Program Pertukaran (Exchange Programme) 2018 yang difasilitasi oleh Komisi Nasional Republik Rakyat China untuk UNESCO. Untuk ke depannya, KNIU Kemdikbud berkomitmen dengan Komisi Nasional Republik Rakyat China untuk UNESCO untuk mengintensifkan komunikasi serta kontribusi positif melalui diseminasi informasi, maupun penguatan kerjasama dengan melibatkan pemangku kepentingan maupun pembuat kebijakan pada masing-masing focal points Komisi Nasional terkait implementasi serta pengawasan berkelanjutan dari empat pilar utama UNESCO yaitu Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan, serta Komunikasi dan Informasi.

 

©Andrew Fangidae/KNIU Kemdikbud

Perwakilan KNIU Kemdikbud, Andrew Fangidae selaku spesialis program di bidang pendidikan, berkesempatan mengikuti dialog internasional ini bersama dengan Alexandro Navarro selaku Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Paris untuk UNESCO, Byung Soon Yun selaku Asisten Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Korea untuk UNESCO, Rungkan Punpukdee selaku senior spesialias program, dan Siripakka Dhamabus selaku spesialis program di bidang pendidikan yang keduanya berasal dari Komisi Nasional Thailand untuk UNESCO.

 

Menurut Andrew, dengan menghadiri dialog internasional ini, KNIU Kemdikbud menunjukkan partisipasi aktif Indonesia dalam memfasilitasi focal points di Indonesia yang berkaitan erat dengan pemangku kebijakan, pelaku aktif konservasi maupun pembangunan berkelanjutan dari Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites) UNESCO, UNESCO Global Geoparks, maupun Cagar Biosfer Dunia (World Biosphere Reserves) UNESCO, dengan pelaku aktif Internasional pada bidang yang sama. “Kesempatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk mendorong partisipasi aktif focal points di Indonesia terkait bidang-bidang tersebut untuk turut serta dalam Huangshang Dialogue on UNESCO Sites and Sustainable Development yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.” lanjut Andrew.

 

Sebagai informasi, saat ini terdapat 1092 Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites) yang tersebar di 170 negara, 669 Cagar Biosfer Dunia (World Biosphere Reserves) yang tersebar di 120 negara, serta 140 UNESCO Global Geoparks yang tersebar di 38 negara. Huangshan sendiri merupakan bagian dari provinsi Anhui yang memiliki situs biographic reserve yaitu Gunung Huangshan yang telah mendapat predikat sebagai UNESCO Biographic Reserve pada tahun 2018.

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply