Empat Ilmuan Perempuan Indonesia Terima Penghargaan L’Oreal-UNESCO for Woman in Science 2018

© Irfan/KNIU Kemdikbud

 

Jakarta, KNIU — Program kerja sama antara PT. L’Oreal Indonesia dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud), yaitu L’Oreal-UNESCO for Woman in Science, tahun ini kembali menganugerahkan penghargaan bagi ilmuan perempuan yang mengabdikan waktu dan ilmunya di bidang sains untuk mengembangkan inovasi ilmiah dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan kemajuan masyarakat. Acara penganugerahan berlangsung pada Kamis (8/11/18) di Raffles Hotel-Ciputra World, Kuningan, Jakarta, dengan dihadiri oleh 320 tamu undangan dari kalangan akademisi, ilmuan, pemerintah, sektor industri dan media. Turut hadir Shahbaz Khan selaku Direktur Bidang Ilmu Pengetahuan UNESCO Asia-Pasifik, Jean-Charles Berthonnet selaku Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Arif Satria selaku Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Yohanes Surya selaku Rektor Universitas Surya, Velove Vexia selaku Duta UN Women, serta beberapa pejabat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

L’Oreal-UNESCO for Woman in Science merupakan program kerja sama  antara L’Oreal dengan UNESCO, yang pada skala nasional dilakukan oleh KNIU Kemdikbud dengan PT. L’Oreal Indonesia. Kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2004 ini bertujuan untuk mengakui, mendukung, memotivasi, dan mengapresiasi kaum perempuan yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan (sains). Setiap tahunnya program ini memberikan penghargaan kepada para ilmuan perempuan Indonesia dalam bentuk fellowship nasional untuk membantu pendanaan penelitian mereka. Hingga tahun 2017, sebanyak 49 orang ilmuan perempuan Indonesia telah menerima fellowship ini dan 5 orang di antaranya telah menerima penghargaan di tingkat internasional.

 

Tahun ini, empat penghargaan diberikan untuk dua kategori. Dua penghargaan untuk kategori Material Science diberikan kepada Athanasia Amanda Septevani dari Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Sylvia Ayu Pradanawati dari Universitas Surya. Sedangkan dua penghargaan untuk kategori Life Science diberikan kepada Yessie Widya Sari dari Institut Pertanian Bogor dan Korri Elvanita El Khobar dari Eijkman Institute. Para pemenang menerima penghargaan yang diserahkan oleh Ketua Harian KNIU Kemdikbud, Arief Rachman, dan Presiden Direktur dari PT. L’Oreal Indonesia, Umesh Phadke, serta berhak atas hadiah fellowship sebesar 90 juta Rupiah.

 

Dalam sambutannya, Arief Rachman berbincang dengan Umesh Phadke mengenai masih kurangnya partisipasi perempuan Indonesia di bidang sains. Terbukti dengan data tahun 2016 yang menunjukkan bahwa dengan populasi Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 260 juta jiwa, hanya terdapat 89 ilmuan per 1 juta penduduk, dengan skala perbandingan ilmuan perempuan dan laki-laki adalah 1:3. Menurut Arief, angka tersebut termasuk yang paling sedikit di antara negara-negara anggota G-20, seperti contohnya Singapura yang memiliki 6.658 ilmuan per 1 juta penduduk. Hal ini didukung pula oleh data dari Kemenristekdikti yang menyatakan bahwa jumlah riset yang dihasilkan Indonesia masih dinilai rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga, yaitu 6.260 riset dalam setahun, sedangkan Thailand dengan 13.000 riset, Singapura dengan 18.000 riset, dan Malaysia dengan 25.000 riset per tahun.

 

Selain program ini, L’Oreal sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia ilmu pengetahuan juga memiliki memiliki program lain yang berguna untuk mendorong minat perempuan muda Indonesia di bidang sains, yaitu L’Oréal Sorority in Science dan L’Oréal Girls in Science. L’Oreal Sorority in Science (LSIS) merupakan program beasiswa yang diluncurkan atas kemitraan antara L’Oréal Indonesia dan KNIU Kemdikbud, yang diperuntukkan bagi para mahasiswi di bidang sains guna mendorong bakat-bakat besar cikal bakal perempuan peneliti Indonesia di masa depan. Sedangkan L’Oréal Girls in Science (LGIS) adalah kompetisi sains nasional untuk siswa SMA perempuan. Tujuan dari program ini adalah untuk mempromosikan ilmu pengetahuan sebagai suatu karir yang menyenangkan, kreatif dan bidang vital yang menjanjikan.



Leave a Reply