UNESCO Gelar Lokakarya Pelatihan Internasional tentang Pencemaran Air

Pencemaran Air

 

Jakarta, KNIU – Program Hidrologi Internasional UNESCO (International Hydrological Programme/IHP) Prakarsa Internasional pada Kualitas Air (International Initiative on Water Quality/IIWQ) berkolaborasi dengan Pusat Ekohidrologi Asia Pasifik (Asia Pacific Centre for Ecohydrology/APCE) dan Kantor UNESCO Jakarta menggelar Lokakarya Pelatihan tentang polutan dan pencemaran air. Lokakarya ini dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 November 2018 di Hotel Grandkemang Jakarta, dengan diikuti oleh partisipan yang mewakili pemerintahan, penelitian dan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta para pengambil kebijakan yang berasal dari 15 negara di kawasan Asia Pasifik. Partisipan asal Indonesia terdiri atas perwakilan dari APCE, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara (Bappenas), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta para pakar dari universitas.

Lokakarya yang mengusung tajuk “UNESCO Asia and The Pacific Regional Training Workshop on Water Quality and Emerging Pollutants” ini bertujuan untuk mencapai kebutuhan data terkait polutan air yang masih belum mencukupi. Selain itu, lokakarya internasional ini juga mengimbau para pemilik kepentingan terkait isu air untuk meningkatkan pemantauan, jumlah evaluasi, pelaporan, dan inventarisasi polutan yang muncul hingga menyebabkan pencemaran air.

Menurut UNESCO-IHP IIWQ, sumber daya air yang berkualitas merupakan hal esensial dalam keberlangsungan kehidupan dan lingkungan yang sehat demi terciptanya sebuah pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini terefleksi pada beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG), seperti SDG3 mengenai kesehatan dan kelangsungan hidup yang berkualitas, SDG6 mengenai air bersih dan sanitasi, dan SDG12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Berkaitan dengan hal ini, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud), Arief Rachman, menyampaikan bahwa terdapat beberapa masalah besar terkait lingkungan dan sumber daya air yang harus dihadapi dunia ini, termasuk wilayah Asia Pasifik.

“Isu besar terkait lingkungan dan sumber daya air yang harus kita hadapi dewasa ini diantaranya adalah lemahnya pelayanan terkait air dan sanitasi, banjir dan kekeringan yang terjadi akibat perubahan iklim, hilangnya keragaman hayati, serta meningkatnya potensi pencemaran air dan polusi lingkungan.” ujar Arief Rachman dalam sambutannya pada pembukaan lokakarya.

Sebagai pemrakarsa lokakarya ini, UNESCO-IHP melalui program International Initiative on Water Quality (IIWQ) memiliki tujuan untuk mempromosikan kerja sama ilmiah untuk mengatasi masalah kualitas air secara holistik melalui kegiatan penelitian bersama, pembangkitan pengetahuan dan diseminasi. Program ini juga sebagai sarana untuk berbagi solusi efektif, teknologi, pendekatan kebijakan dan praktik terbaik di antara para peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan serta di antara pemangku kepentingan lainnya baik di negara berkembang maupun negara maju. UNESCO-IHP sendiri merupakan program antar-pemerintah di bawah naungan PBB yang ditujukan untuk penelitian air, pengelolaan sumber daya air, dan pendidikan dan pembangunan kapasitas terkait air. Berkenaan dengan hal ini, pencemaran air menjadi salah satu isu utama yang menjadi perhatian dari UNESCO-IHP. (DAS)

 

Bacaan terkait: International Hydrologycal Programme (IHP)

 

 

 

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply