ASPnet

aspnet-indonesia

UNESCO telah mendirikan Jaringan Proyek Sekolah Berasosiasi dengan UNESCO/Associated School Project Network (ASPnet) UNESCO pada tahun 1953 untuk memasukkan ide-ide UNESCO dalam program sekolah sebagai percobaan proyek UNESCO di sekolah. Tujuan utama program UNESCO ASPnet adalah untuk membangun budaya damai pada tingkatan sekolah dan komunitasnya dan pada tingkat nasional dan internasional melalui kegiatan yang dilakukan bersama oleh siswa dipandu oleh guru dan orang tua murid.

Dalam rangka pencapaian perdamaian UNESCO mendirikan UNESCO ASPnet sebagai suatu wadah untuk bereksperimen dalam rangka mencapai budaya damai melalui 4 (empat) tema yang saling berkaitan dalam pelaksanaan kegiatannya yaitu a) Masalah Dunia dan Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)/World Problems and the Role of the United Nations; b) Perdamaian dan Hak Asasi Manusia/Peace and Human Rights; c) Pembelajaran Antar Budaya/Intercultural Learning; dan d) Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan/ Education for Sustainable Development (ESD).

Kegiatan ASPnet di sekolah disesuaikan dengan tema ASPnet yang dipilih oleh masing-masing sekolah. Strategi ASPnet menekankan pada konsep lifelong education berdasarkan 4 Pilar Pendidikan untuk abad ke-21 yakni learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Guru dan siswa ASPnet mempunyai banyak kesempatan untuk bekerjasama diluar kelas melalui on line collaborative learning dalam mengembangkan pendekatan metode pendidikan dan bahan belajar pada tingkat lokal sampai dengan global. Sampai dengan tahun 2016 telah ada 9000 institusi pendidikan pada 180 negara dari tingkat Taman Kanak – kanak sampai dengan Perguruan Tinggi yang telah menjadi anggota ASP-net.