Intangible Cultural Heritage

gaura-mancacaritadipura

© Gaura Mancacaritadipura

Kris atau keris adalah belati asimetris khas Indonesia yang dianggap sebagai senjata dan benda spiritual dan memiliki kekuatan magis. Keris paling awal dikenal kembali ke abad kesepuluh dan paling mungkin menyebar dari pulau Jawa di seluruh Asia Tenggara. Kris digunakan untuk dipamerkan, sebagai jimat dengan kekuatan magis, senjata, pusaka menyucikannya peralatan bantu bagi tentara pengadilan, aksesoris untuk pakaian upacara, indikator status sosial, simbol kepahlawanan, dan lain-lain. Keris telah diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2008 oleh UNESCO.

wayang-sena-wangi

© Sena Wangi

Wayang telah berkembang selama sepuluh abad di kerajaan Jawa dan Bali serta di daerah pedesaan. Wayang berupa boneka buatan tangan yang diukir dengan hati-hati ini bervariasi dalam ukuran, bentuk dan gaya, dua jenis utama berlaku: wayang tiga dimensi dari kayu (wayang Klitik atau Golek) dan kulit datar wayang (wayang kulit) diproyeksikan di depan layar menyala dari belakang. Wayang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2008 oleh UNESCO.

batik-batik-museum-institute

© Batik Museum Institute

Batik dibuat oleh para pengrajin yang menggambar desain di atas kain menggunakan lilin panas membentuk titik dan garis yang dapat menahan warna-warna lainnya sehingga memungkinkan pengrajin untuk mewarnai secara selektif, lepaskan lilin dengan air panas dan ulangi jika ingin menggunakan banyak warna. Keanekaragaman corak melambangkan pengaruh yang beragam, mulai dari kaligrafi huruf Arab, karangan bunga Eropa, burung phoenix Cina hingga sakura dan merak India atau Persia. Seringkali diwariskan dalam keluarga dari generasi ke generasi, kerajinan batik terjalin dengan identitas budaya masyarakat Indonesia dan melalui arti simbolik dari warna dan desain, mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas mereka.

best-praktice-batik-batik-museum-institute

© Batik Museum Institute

Batik Indonesia adalah tekstil kerajinan tangan tradisional diturunkan dari generasi ke generasi di Jawa dan sekitarnya sejak awal abad kesembilan belas. Kain dihiasi dengan pola titik-titik dan garis-garis yang dihasilkan oleh aplikasi lilin panas menggunakan pena canthing tulis atau cap stempel. Praktik pengerjaan batik untuk melestarikan batik kepada generasi muda telah dinobatkan menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2009.

angklung

Angklung adalah instrumen musik yang terdiri dari 2 hingga 4 tabung bambu yang digantung dengan bingkai bamboo dan direkatkan dengan tali rotan. Setiap angklung menghasilkan satu not atau kord, sehingga beberapa pemain harus berkolaborasi untuk memainkan melodi. Angklung tradisional menggunakan skala pentatonik, namun pada tahun 1983 musisi Daeng Soetigna memperkenalkan Angklung menggunakan skala diatonik dan dikenal sebagai “angklung padaeng”. Sifat kolaboratif dari musik Angklung, mendorong kerjasama dan rasa hormat terhadap sesame pemain, diikuti dengan disiplin, tanggungjawab, konsentrasi, pengembangan imajinasi dan memori, artistik dan penghayatan musik.

2010-by-centre-for-research-and-development-of-culture-indonesia-intangible-cultural-heritage

© 2010 by Centre for Research and Development of Culture Indonesia Intangible Cultural Heritage

Tari Saman merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Gayo dari Aceh di Sumatera yang diakui UNESCO pada tahun 2011. Tarian yang dimainkan dengan cara duduk di tumit dan berlutut dalam baris yang ketat. Setiap penari memakai kostum hitam disulam dengan motif Gayo warna-warni melambangkan alam dan nilai-nilai luhur sambil menyanyikan ayat dalam bahasa Gayo. Tarian ini menawarkan bimbingan dan bisa bersifat Keagamaan, romantis atau lucu dalam nada. Gerakan-gerakan ini melambangkan kehidupan sehari-hari orang Gayo dan lingkungan alam mereka.

noken

Noken adalah jaring rajutan atau tenun tas buatan tangan dari serat kayu atau daun oleh masyarakat di Provinsi Papua dan Papua Barat Indonesia. Pria dan wanita menggunakannya untuk membawa hasil perkebunan, hasil tangkapan dari laut atau danau, kayu bakar, bayi atau hewan kecil serta untuk belanja dan untuk menyimpan hal-hal di rumah. Noken juga dapat dipakai, sering untuk perayaan tradisional, atau diberikan sebagai penawar perdamaian. Noken telah diakui menjadi warisan budaya oleh UNESCO sejak tahun 2012.

3-genre-of-bali-dance

Ada tiga genre tari tradisional Bali yaitu suci, semi-sakral dan untuk kesenangan masyarakat pada umumnya. Tarian tradisional Bali yang dipentaskan oleh para penari pria dan wanita mengenakan kostum tradisional yang terdiri dari kain berwarna cerah dicat dengan bunga emas dan motif fauna, dengan aksesoris berdaun emas dan berhiaskan permata. Tarian ini adalah tarian yang terinspirasi dari alam dan melambangkan tradisi tertentu, kebiasaan dan nilai-nilai agama. Tarian tradisional Bali telah dijadikan warisan budaya tak benda oleh UNESCO sejak tahun 2015.