Memory of the World

arsip-voc

Arsip VOC merupakan sumber unik informasi tentang sejarah abad ke-17 dan ke-18 dari berbagai negara dan budaya dari Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Sejarah perusahaan komersial terbesar ini menceritakan tentang bisnis besar para konglomerat Belanda yang dilambangkan oleh banyaknya monumen arsitektur seperti gudang, ruang pertemuan atau dermaga kapal. Tercatat juga di dalamnya tentang bagaimana perusahaan ini menangani operasinya di Asia, dengan demikian arsip ini juga menjelaskan cukup detil pada sejarah beberapa negara di Asia. Di banyak tempat kehadiran VOC terlihat semakin menjadi aspek penting dari sejarah negara itu. Namun seiring berjalannya waktu, VOC secara bertahap kehilangan citranya sebagai sebuah organisasi dominasi pra-kolonial, yang berdampak pada kecenderungan perusahaan ini untuk bergabung dengan perusahaan-perusahaan lain agar bisa menjadi pengaruh pada pengembangan identitas negara Belanda dan sejarah citra VOC itu sendiri. Tujuan dari diarsipkannya dokumen-dokumen tentang VOC ini adalah menjaga warisan materi yang begitu banyak tentang perusahaan perdagangan ini yang telah ditinggalkan di Eropa dan Asia, dan bagaimana warisan saling ini dapat diakses dan tersedia untuk digunakan lebih lanjut.

arsip-i-la-galigo

Naskah I La Galigo, diakui sebagai epik mitos terpanjang di dunia dan sebagai memory of the world yang telah disahkan serta diakui organisasi kebudayaan dunia PBB UNESCO pada tahun 2011. I La Galigo terdiri 13.000 baris teks dan 12.000 manuskrip folio. La Galigo adalah nama seorang lelaki Bugis yang lahir dari ibu beretnis Tionghoa, I We Cudai, dan ayahnya bernama Sawerigading.

arsip-babad-diponegoro

Babad Diponegoro merupakan naskah kuno yang merupakan tulisan tangan Pangeran Diponegoro saat Belanda mengasingkannya ke Manado, Sulawesi Utara, pada Mei 1831 hingga Februari 1832. Babad diponegoro telah menjadi karya dalam daftar Memory of the World -MOW- sejak tahun 2013. MOW adalah program UNESCO yang bertujuan untuk menghargai dan merawat serta mengupayakan publikasi atas peninggalan berupa catatan berkenaan dengan peristiwa kesejarahan. ataupun budaya yang dianggap penting bagi dunia.

Nāgarakrĕtāgama atau negarakertagama memberikan testimoni kepada pemerintahan raja di abad 14 di Indonesia berupa ide-ide modern dari keadilan sosial, kebebasan beragama, keamanan perorangan dan kesejahteraan masyarakat dijunjung tinggi. Hal ini juga membuktikan sikap demokratis dan keterbukaan otoritas di era dimana masyarakat masih berpegang pada hak mutlak kerajaan.

arsip-konferensi-asia-afrika

Arsip Konferensi Asia – Afrika (AAC) adalah satu set dokumen, gambar dan film yang berhubungan dengan Konferensi yang diselenggarakan di Bandung, Indonesia, 18 – 24 April 1955. Konferensi ini adalah sidang internasional pertama negara-negara Asia – Afrika yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dunia dan kerjasama dan kebebasan dari kolonialisme dan imperialisme. Konferensi ini dihadiri oleh 29 negara Asia dan Afrika.