World Heritage

2015-balai-taman-nasional-ujung-kulon

© 2015 Balai Taman Nasional Ujung Kulon

Ujung Kulon terletak di Provinsi Banten di sebelah selatan Pulau Jawa yang dipercaya menjadi salah satu tempat yang bisa mempertahankan populasi alaminya. Ujung Kulon memiliki hutan yang luas dan telah menjadi taman nasional sejak tahun 1980, kemudian pada tahun 1991 Ujung kulon dinobatkan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Taman Nasional Ujung Kulon menyimpan banyak kekayaan alam mulai pantai, laut, sungai, padang savana, hutan, flora dan fauna.

evergreen-komodo-np

© Evergreen

Taman Nasional Komodo terletak di tengah kepulauan Indonesia, antara pulau Sumbawa dan Flores, yang terdiri dari tiga pulau besar (Rinca, Komodo, dan Padar) dan banyak pulau yang lebih kecil dan berasal dari gunung berapi. Pulau ini terletak di persimpangan dua lempeng benua sehingga termasuk dalam wilayah biogeografis Wallacea diantara ekosistem Australia dan Sunda. Pulau komodo dihuni sekitar 5.700 kadal raksasa yang berpenampilan dan berperilaku agresif sehingga menarik untuk dijadikan objek para ilmuwan mempelajari teori evolusi dan diakui UNESCO sebagai warisan alam dunia sejak tahun 1991.

taman-wisata-borobudur

Candi Borobudur merupakan candi penginggalan Budha dari abad ke-8 dan ke-9 yang terletak di Jawa Tengah pada masa dinasti Syeilendra. Bangunan ini memiliki luas permukaan total 2.500 m2, Sekitar platform melingkar 72 stupa kerawang, masing-masing berisi patung Buddha. Monumen itu dipulihkan dengan bantuan UNESCO pada 1970 dan dijadikan warisan budaya dunia pada tahun 1991. Candi ini digunakan sebagai kuil Buddha dari konstruksi sampai suatu waktu antara abad 10 dan 15 ketika itu ditinggalkan. Sejak penemuan kembali di abad ke-19 dan pemulihan di abad ke-20, telah menghidupkan kembali sebuah situs arkeologi Buddha.

taman-wisata-prambanan

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-10 pada masa dinasti syeilendra yang merupakan candi terbesar yang didedikasikan untuk Siwa di Indonesia dan terdiri dari 240 candi. Candi yang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah ini dihiasi relief yang menggambarkan epik Ramayana dan diperuntukkan untuk tiga dewa besar Hindu (Siwa, Wisnu dan Brahma). Dengan lebih dari 500 candi, Kompleks Candi Prambanan merupakan tidak hanya harta arsitektur dan budaya, tetapi juga bukti berdiri dari masa lalu hidup berdampingan antar-agama yang damai dan dijadikan warisan budaya oleh UNESCO pada tahun 1991.

our-place-the-world-heritage-collection

© OUR PLACE The World Heritage Collection

Sangiran merupakan salah satu tempat penggalian sejak 1936-1941 dan menemukan fosil hominid pertama dan menjadi kunci memahami eevolusi manusia. 50 fosil Meganthropus dan Pithecanthropus ditemukan bertempat di sekitar 15 kilometer di sebelah utara kota Solo di Jawa Tengah, Indonesia, seluas 5.600 hektar. Sangiran kemudian dinobatkan menjadi menjadi situs budaya dunia pada tahun 1996.

kebudayaanindonesia-net-lorentz

© kebudayaanindonesia.net

Taman Nasional lain yang menjadi situs warisan dunia ialah Taman Nasional Lorentz yang berada di wilayah Papua Barat. Taman Nasional yang diresmikan pada tahun 1997 ini memiliki luas sekitar 2.400.000 Ha dengan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Pengunjung yang datang akan takjub dengan pemandangan gletser di daerah tropis yang dipadupadankan dengan pemandangan dataran rendah sekaligus flora dan fauna yang ada di Taman Nasionalini. Selain itu, suku Asmat yang hidup di Taman Nasional inipun membuat makin mempesonanya Taman Nasional Lorentz yang resmi diakui oleh UNESCO sebagai warisan alam dunia pada tahun 1999 silam.

y-hadiprakarsa-tropical-rainforest-heritage-of-sumatra

© Y.Hadiprakarsa

Hutan Hujan tropis yang terletak di Pulau Sumatera terdiri dari tiga Taman Nasional berbeda yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Luas dari hutan hujan tropis Sumatera sendiri mencapai angka 25 juta hektar dengan flora fauna yang sangat banyak dan dilindungi. Pada tahun 2004 silam, pada sesi ke-28, akhirnya UNESCO mengakui hutan hujan tropis di Pulu Sumatra ini sebagai salah satu situs warisan dunia.

ministry-of-education-and-culture-of-indonesia

© Ministry of Education and Culture of Indonesia

Lansekap Budaya Provinsi Bali telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2012. Situs ini dianggap memenuhi 3 kriteria, yaitu memiliki tradisi budaya yang membentuk lansekap Bali, sejak paling tidak abad ke-12, merupakan konsep filosofi kuno Tri Hita Kirana. Kemudian kriteria lainnya karena keempat situs didalamnya merupakan bukti eksepsional dari sistem subak, sebuah sistem yang demokratis dan egaliter yang berpusat di pura tirta dan pengelolaan irigasi yang telah membentuk lansekap selama lebih dari ribuan tahun serta kriteria karena pura tirta di Bali merupakan institusi yang khas, yang selama lebih dari ribuan tahun telah terinspirasi oleh beberapa tradisi religius kuno.