Rapat Koordinasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Bidang Ilmu Pengetahuan

Jakarta – Dalam rangka mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan program UNESCO, Komisi Nasional Indonesia secara intensif mengadakan rapat-rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga pemerintah dan komite-komite khusus yang mengimplementasikan program-program UNESCO. Pada kesempatan ini, KNIU mengadakan rapat koordinasi khusus untuk program UNESCO bidang ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan alam maupun ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan dengan tujuan untuk menginformasikan dan mensosialisasikan program-program UNESCO Bidang Ilmu Pengetahuan kepada seluruh national focal point yang terkait serta untuk mengetahui laporan perkembangan pelaksanaan program Bidang Ilmu Pengetahuan tahun 2016.

Rapat Koordinasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Bidang Ilmu Pengetahuan dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 19 Oktober 2016 di Hotel Millenium Jakarta dengan menghadirkan narasumber deputi – deputi LIPI yang menjadi focal point beberapa program bidang ilmu pengetahuan seperti Man and Biosphere, Management of Social Trasformation (MOST), International Hydrology Program (IHP), dan lain – lain. Pada rapat koordinasi ini juga turut hadir Duta Besar RI untuk UNESCO, Prof. Dr. Ir. Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman, MS, ME, yang memberikan pencerahan terkait mekanisme koordinasi dan komunikasi antara KWRIU, Badan-badan UNESCO, dan Lembaga Nasional Focal Point di Indonesia terkait program – program UNESCO. Para undangan yang hadir, yang merupakan pejabat dan staf pada kementerian/lembaga seluruh National Point of Contact Representatives (NPCR) KNIU serta perwakilan dari UNESCO Office Jakarta bidang ilmu pengetahuan terinformasikan dengan baik dan komprehensif terkait implementasi program UNESCO bidang ilmu pengetahuan.

Dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Bidang Ilmu Pengetahuan seluruh focal points KNIU diharapkan dapat berkoordinasi dengan lebih baik dan mengetahui perkembangan implementasi program dalam bidang ilmu pengetahuan. Rapat Koordinasi ini juga menjadi bagian dari restrukturisasi program KNIU yang diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga para stakeholders dan focal points KNIU dapat menjalin koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif. Prof. Dr. Arief Rachman, M. Pd selaku Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menutup rapat dengan berpesan kepada seluruh peserta rapat bahwa semua hal yang menjadi pekerjaan KNIU ditujukan untuk kemanusiaan. Dengan UNESCO, KNIU bersama dengan para focal point mencoba untuk mencegah dehumanisasi antar manusia melalui peningkatan kapasitas dalam ilmu pengetahuan baik alam maupun sosial kemanusiaan.