Rapat Koordinasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Bidang Komunikasi dan Informasi

Jakarta – Pada tanggal 9 November 2016, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Rapat Koordinasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Bidang Komunikasi dan Informasi yang bertempat di Hotel Millenium Jakarta. Peserta rapat terdiri dari sekitar 20 orang pejabat dan staf dari LIPI, Kemlu, Kemenkominfo, Perpusnas, ANRI, dan Pustekkom Kemendikbud yang merupakan bagian dari National Point of Contact Representatives (NPCR) KNIU pada bidang komunikasi dan informasi.

Pada Rapat Koordinasi ini pembahasan meliputi perkembangan program Information for All Programme (IFAP), World Press Freedom Day (WPFD), Safety for Journalist dan International Programme for Development of Communication (IPDC), Memory of The World (MOW), dan Memory of The Nation (MON) yang telah diimplementasikan di Indonesia serta hambatan atau tantangan yang dihadapi oleh masing – masing focal point dalam proses implementasi program. Prof. Shahbaz Khan selaku Direktur UNESCO Office Jakarta, Prof. Wardiman Djojonegoro dan Prof. Prudentia selaku pakar program MOW turut serta hadir dalam rapat koordinasi dan memberikan rekomendasi untuk proses implementasi program UNESCO khususnya di bidang komunikasi dan informasi.

Prof. Shahbaz Khan mengingatkan terkait perayaan World Press Freedom Day dimana Jakarta, Indonesia akan menjadi tuan rumah pada tahun 2017. World Press Freedom Day yang diperingati pada tanggal 3 Mei setiap tahunnya akan difokuskan pada perayaan peace, justice, dan sustainable development khususnya dalam kebebasan pers dan media. UNESCO HQ yang diwakili oleh UNESCO Office Jakarta akan bekerjasama dengan para ahli dan juga Dewan Pers Indonesia untuk memastikan kesuksesan perhelatan World Press Freedom Day 2017. Selain rencana perhelatan tersebut, para focal points program komunikasi dan informasi juga saling berbagi informasi terkait implementasi program – program utama bidang komunikasi dan informasi dan kembali menekankan hal – hal yang perlu dicermati khususnya untuk pengusulan serta pengawasan nominasi – nominasi MOW dan MON.

Terlaksananya Rapat Koordinasi KNIU Bidang Komunikasi dan Informasi memberikan kesempatan bagi seluruh focal point dan NPCR KNIU untuk bertemu, saling berbagi informasi, memberikan opini dan rekomendasi, serta memonitor perkembangan implementasi program. Rekomendasi yang diberikan oleh para focal point akan menjadi bahan evaluasi dalam proses implementasi program bidang komunikasi dan informasi kedepannya. Selain itu juga diharapkan penominasian arsip – arsip MOW dan MON Indonesia dapat diterima oleh UNESCO dan menjadi bagian dari sejarah, tidak hanya sejarah Indonesia namun juga sejarah dunia.