Rapat Koordinasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Bidang Pendidikan

Jakarta – Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Pendidikan telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi pada tanggal 14 Desember 2016 di Hotel Atlet Century Park. Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs), khsusunya poin nomor 4, yaitu ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all. Selain hal itu, penyelenggaraan rapat koordinasi ini juga merupakan sebagai wadah untuk silaturahim para pemangku kepentingan pada program pendidikan. Rapat koordinasi dihadiri oleh peserta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Dikti, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Bappenas, dan UNESCO Jakarta Office. Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian koordinasi yang dilakukan KNIU, yaitu Rakor Bidang Program Bidang Sains, Komunikasi dan Informasi, serta Kebudayaan.

Pembahasan pada rakor bidang pendidikan ini yaitu mengerucut pada perkembangan SDGs 4 di Indonesia, implementasinya serta pencapaian atau hasil yang telah diraih hingga saat ini. Ketua harian KNIU, Prof. Arief Rachman, mengatakan bahwa pencapaian pendidikan di Indonesia cukup pesat. Penerapan-penerapan upaya penanaman tujuan SDGs 4 pada pendidikan di Indonesia ternyata sudah cukup baik. Selanjutnya Prof. Arief Rachman menjelaskan bahwa pertemuan ini salah satunya bertujuan untuk berbagi informasi mengenai SDGs, kemajuan SDGs secretariat dalam mengadaptasi SDGs 4 dalam mencapai sasaran mutu pendidikan di Indonesia, dan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berdasarkan informasi lanjutan yang disampaikan oleh Ibu Suharti, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Indonesia merupakan salah satu yang sudah cukup maju dibandingkan beberapa negara tetangga, Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk melaksanakan SDGs. Setiap negara memiliki hak untuk memilih Tujuan dan Target yang menjadi prioritas berdasarkan pada situasi negara. Beliau menyampaikan juga bahwa Badan Pusat Statistik dan Bappenas menentukan indikator-indikator yang akan digunakan sebagai penilaian untuk mengukur pencapaian dari target-target, lalu survey akan digunakan sebagai data inti di Indonesia. Kemudian sinkronisasi dan penyelarasan data antar kementerian merupakan tantangan yang harus dapat diselesaikan.

Pada penutupan acara Rakor KNIU Bidang Pendidikan, Prof. Arief Rachman menekankan bahwa untuk mencapai target SDGs 4 tentang pendidikan, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat memanfaatkan budaya kita dan kearifan lokal sehingga pengimplementasian SDGs 4 tentang pendidikan akan sepenuhnya tercapai.