Management of Social Transformation (MOST)

most

Management of Social Transformation (MOST) adalah program sains antar pemerintah yang fokus pada transformasi sosial. MOST berkoordinasi dengan pemerintah, komunitas sosial kemanusiaan, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan hubungan antara pengetahuan dan tindakan sebagai salah satu kunci untuk perubahan sosial yang positif. Sehubungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, MOST berkontribusi dalam pembangunan, pemberantasan kemiskinan, tanggapan yang inklusif dan berkelanjutan terhadap perubahan lingkungan, efektif dan akuntabel pemerintahan, serta pencapaian salah satu Prioritas Global UNESCO: Afrika dan Kesetaraan Gender. MOST mendukung negara anggota dalam meningkatkan proses pembuatan kebijakan melalui penelitian-kebijakan yang fokus pada kebutuhan manusia dari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan untuk mempromosikan budaya pengambilan keputusan berdasarkan bukti dan informasi.

MOST Indonesia tergabung dalam the Intergovernmental Council (IGC) MOST sejak tahun 2001. Komisi Nasional MOST Indonesia merupakan Komisi yang pertama kali terbentuk di Asia Tenggara dan dipegang oleh Deputi IPSK-LIPI. Visi dari Komisi MOST Indonesia adalah tercapainya perlindungan sosial bagi masyarakat yang inklusif dalam pengurangan risiko bencana (DRR) di Indonesia. Program kerja MOST fokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dan inklusi sosial dan perlindungan sosial sebagai bagian dari mandate POST SDGs 2015 dengan tujuan untuk mempromosikan penelitian kepada pemerintah dan masyarakat untuk mencapai ilmu pengetahuan yang berkelanjutan (sustainable sciences), mendorong penelitian yang didasarkan temuan empiris sebagai dasar kebijakan nasional dalam konteks perlindungan sosial dan DRR di masyarakat pesisir Indonesia, dan mendorong terjadinya transformasi kebijakan kearah masyarakat yang inklusif di Indonesia dalam konteks DRR. Lingkup kerja MOST berkisar pada pengembangan penelitian untuk masukan kebijakan, promosi metodologi sustainability sciences dan MOST Schools, serta fasilitasi Dialog/Workshop/Seminar di tingkat nasional dan regional.

Sumber: MOST