Adiwiyata Green School of Indonesia (AGSI)

AGSI - program untuk membentuk sekolah bermutu (sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan) dan sekolah ideal sebagai landasan untuk pembangunan manusia agar tercapai pembangunan yang berkelanjutan dan kemakmuran di Indonesia.

Sejak Maret 2014, KNIU Kemendikbud melaksanakan kerjasama dengan UNESCO dalam rangka program Indonesia Funds-In-Trust (IFIT) “Promosi Adiwiyata Green School dan Pemberdayaan Masyarakat Berpendapatan Rendah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan di Indonesia”. Tujuan dari program tersebut adalah untuk mengembangkan Sekolah dan Kampung yang berkelanjutan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. KNIU bekerjasama dengan UNESCO Office Jakarta menyusun guideline untuk sekolah AGSI dan Kampung Berkelanjutan, bahan pelatihan untuk guru, kepala sekolah, komite sekolah, pengawas sekolah, serta kader kampung.

Implementasi dari program tersebut telah dilakukan sejak bulan Juli 2015 yang lalu di kota Mataram sesuai dengan kesepakatan antara Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemendikbud dan UNESCO office di Jakarta. Adapun sekolah yang ditunjuk sebagai pilot program Adiwiyata Green School Indonesia (AGSI) ada 5 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) yaitu SD 5 Mataram, SD 11 Mataram, SD 5 Cakranegara, SD 7 Ampenan dan SD 21 Ampenan. Kampung yang dipilih untuk pilot program kampung berkelanjutan adalah Kampung Banjar dan Kampung Rembige.