Sejarah KNIU

company_history

Terbentuknya Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang dan mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada tanggal 16 Nopember 1945 UNESCO didirikan sesuai dengan Konstitusi UNESCO hasil Sidang Umum UNESCO ke-1. Pada tanggal 27 Mei 1950 Indonesia menjadi anggota UNESCO, selanjutnya pada tanggal 20 Oktober 1952 dibentuklah Panitia Nasional Indonesia untuk UNESCO. Kemudian pada tanggal 17 Februari 1956 Panitia Nasional Indonesia untuk UNESCO berubah nama menjadi Lembaga Nasional Indonesia.

Dalam Sidang Umum UNESCO ke-14 telah menghasilkan resolusi tentang perluasan tugas dari Komite Nasional, yakni sebagai badan penasehat, penghubung, informasi dan pelaksana. Pada tanggal 15 April 1967 Lembaga Nasional Indonesia bersama dengan UNESCO menandatangani pendirian UNESCO Regional Bureau of Science di Jakarta.

Pada tanggal 27 April 1972 Kantor Wilayah RI (KWRI) UNESCO berdiri dan bertempat di Gedung Miollis UNESCO Paris. Selanjutnya pada tanggal 11 Juli 1977 Lembaga Nasional Indonesia untuk UNESCO berubah menjadi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO sampai dengan sekarang dan mengangkat Drs. Soepojo Padmodipoetro, M.A sebagai Duta Besar RI untuk UNESCO juga sebagai Ketua Harian KNIU yang pertama.

Pada era 1980-an, tepatnya tanggal 10 Maret 1984 disusunlah perincian tugas, dan tata kerja Komisi Pleno, Komisi Harian, dan Sekretariat KNIU. Pada tanggal 1 Oktober 1991 Prof. W. P. Napitulu diangkat menjadi Ketua Harian KNIU yang kedua. Tanggal 3 Januari 2002 Prof. Arief Rachman, M.Pd diangkat sebagai Ketua Harian KNIU menggantikan Prof. W. P. Napitulu.

Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) merupakan badan pemerintah non-struktural yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menghubungkan UNESCO dan Pemerintah Republik Indonesia. Dari seluruh organisasi PBB yang ada, UNESCO adalah satu-satunya yang memandatkan negara anggotanya untuk membentuk Komisi Nasional sebagaimana klausul yang tertuang dalam Piagam Komisi Nasional untuk UNESCO.

Fungsi Komisi Nasional menurut Piagam Komisi Nasional untuk UNESCO adalah untuk terlibat dalam kegiatan UNESCO, badan-badan, lembaga-lembaga, organisasi dan individu yang bekerja untuk kemajuan pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya dan informasi sehingga setiap Negara anggota dapat berkontribusi dalam perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan umat manusia. Selain itu, negara anggota juga dapat berperan dalam meningkatkan dan merumuskan program-program UNESCO. Untuk mencapai tujuan tersebut, Komisi Nasional bekerja sama, mendorong partisipasi, menyebarluaskan informasi tentang tujuan program dan kegiatan UNESCO dengan pemerintah maupun lembaga non-pemerintah.

  • 1945

    UNESCO Didirikan

    16 November 1945, UNESCO didirikan, sesuai Konstitusi UNESCO, hasil Sidang Umum UNESCO pertama

  • 1952

    Pembentukan Panitia Nasional Indonesia untuk UNESCO

    20 Oktober 1952, Membentuk Panitia Nasional Indonesia untuk UNESCO (Berkas:1952 Kepmendikjarbud 37978 Kab 22Okt1952 Panitya Nasional)

  • 1967

    Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

    Kepmendikbud 1603/Une/L.U/1967

  • 1967

    Penamaan Lembaga Nasional Indonesia untuk UNESCO

    Kepmendikbud tentang Lembaga Nasional Indonesia untuk UNESCO

  • 1967

    Host Country Agreement tentang UNESCO Regional Bureau of Science

    Host Country Agreement antara Pemerintah RI (Menlu) dengan UNESCO (Dirjen UNESCO) tentang pendirian UNESCO Regional Bureau of Science di Jakarta

  • 1967

    UNESCO Regional Bureau of Science

    Pendirian UNESCO Regional Bureau of Science di Jakarta

  • 1972

    27 April, Berdirinya KWRI UNESCO

    KWRI UNESCO berdiri dan bertempat di gedung Miollis UNESCO Paris

  • 1977

    11 Juli, Perubahan nama menjadi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

    Pembubaran Lembaga Nasional Indonesia untuk UNESCO menjadi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

  • 1977

    25 November, Ketua Harian KNIU Pertama

    Pengangkatan Drs. Soepojo Padmodipoetro, M.A., sebagai Ketua Harian KNIU

  • 1984

    Pelembagaan Komisi Harian dan Sekretariat KNIU

    Pembentukan, Perincian Tugas, dan Tata Kerja Komisi Pleno, Komisi Harian, dan Sekretariat KNIU

  • 1985

    6 Februari, Pengorganisasian KNIU

    Organisasi dan Tata Kerja Biro Kerjasama Luar Negeri di Lingkungan Sekretariat Jenderal Depdikbud

  • 1991

    1 Oktober, Pengangkatan Ketua Harian KNIU

    Pengangkatan Ketua Harian KNIU Prof. Dr. W.P. Napitupulu, SK No. 178/C/1991

  • 1999

    20 Juli, Pembentukan Associated School Project Network (ASPnet)

    Penunjukan Dra. Hasnah Gasim sebagai Koordinator Nasional Sekolah-sekolah Berasosiasi UNESCO (ASPnet)

  • 2002

    5 Februari, Pengangkatan Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd.

    Pengangkatan Ketua Harian KNIU Dr. H. Arief Rachman, M.Pd., Kepmendiknas no. 93900/A2.III.1/KP/2002

  • 2003

    1 April, Kepindahan Kantor Regional UNESCO Office Jakarta

    Kepindahan kantor regional UNESCO Office Jakarta dari Jl. Thamrin ke Jl. Galuh

  • 2011

    17 Oktober, Penunjukan Koordinator Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD)

    Penunjukan Prof. Ir. Noor Endah, M.Sc., Ph.D. sebagai Koordinator Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD)