Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Hadiri Perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional (Bagian 2)

Hari Bahasa Ibu Internasional

 

Tentang Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day/IMLD)

Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day/IMLD) merupakan salah satu dari hari internasional yang ditetapkan UNESCO dengan tujuan sebagai momentum untuk mempromosikan perdamaian, kesadaran linguistik, keanekaragama budaya dan multibahasa, serta upaya pelestariannya. Diusulkan oleh Republik Rakyat Bangladesh, IMLD disetujui pada Sidang Umum UNESCO tahun 1999 dan mulai dirayakan di seluruh dunia sejak tahun 2000. Hingga kini IMLD secara rutin diperingati pada 21 Februari setiap tahunnya.

 

Dilihat dari latar belakangnya, pengusulan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day/IMLD) ke UNESCO oleh Republik Rakyat Bangladesh juga bertujuan untuk mengenang sejarah heroik bangsa Bangladesh dalam mempertahankan bahasa ibu mereka, yaitu bahasa Bangla/Bengali. Republik Rakyat Bangladesh merupakan negara di Asia Selatan yang terbentuk setelah perang kemerdekaan untuk memisahkan diri dari Pakistan.

 

Sebelum mendeklarasikan kemerdekaan di tahun 1971, Bangladesh merupakan bagian timur dari negara Pakistan (Pakistan Timur). Pada saat itu, Pakistan merupakan sebuah negara yang terbagi menjadi dua bagian di sisi yang berlawanan, yaitu barat dan timur. Selain kondisi geografis, antara Pakistan Barat dengan Pakistan Timur juga terdapat perbedaan kebudayaan yang sangat signifikan. Salah satu perbedaan yang paling kentara adalah perbedaan bahasa. Di Pakistan Barat menggunakan Bahasa Urdu, sedangkan bahasa yang digunakan di Pakistan Timur adalah Bahasa Bangla/Bengali.

 

Ibukota negara Pakistan, Karachi, yang terletak di Pakistan Barat membuat kekayaan negara pada saat itu tidak menyebar secara merata hingga ke Pakistan Timur. Pusat pemerintahan yang tersentralisasi di Pakistan Barat juga menimbulkan kebijakan-kebijakan politis yang diskriminatif. Salah satunya adalah kebijakan untuk menjadikan Bahasa Urdu sebagai Bahasa Nasional. Hal ini menjadi persoalan karena mayoritas orang Pakistan Timur yang menggunakan Bahasa Bangla/Bengali tidak menggunakan Bahasa Urdu, sehingga memicu kemarahan dan aksi protes di kawasan Pakistan Timur.

 

Untuk mengatasi aksi protes rakyat Pakistan Timur, pemerintah Pakistan melarang pertemuan publik dan demonstrasi. Namun, para mahasiswa Universitas Dhaka, dengan dukungan masyarakat umum, tetap berhasil menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk membela bahasa ibu mereka. Pada 21 Februari 1952, polisi menembaki massa demonstrasi. Lima orang tercatat meninggal dunia dengan ratusan lainnya terluka dalam insiden tersebut. Setelah bertahun-tahun berupaya membela bahasa ibu mereka, perjuangan rakyat Pakistan Timur (Bangladesh) membuahkan hasil. Di tahun 1956, Pemerintah Pakistan meresmikan Bahasa Bangla/Bengali sebagai Bahasa Nasional yang sejajar dengan Bahasa Urdu.

 

 

Kemendikbud Peringati Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day/IMLD) dengan Mengusung Seruan Pelestarian Bahasa Daerah

Kemeriahan perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day/IMLD) juga dirasakan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Dengan mengusung tema utama bertajuk, “Menjaga Bahasa Daerah, Merawat Kebhinekaan”, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud menyelenggarakan acara Gelar Wicara dan Penampilan Tunas Bahasa Ibu 2019. Baca selanjutnya >>

 

Hari Bahasa Ibu Internasional

<< 1 | 2 | 3

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply