Terbuka Kesempatan Pengajuan Entri SEAMEO-Japan ESD Award 2019

SEAMEO-Japan ESD Award

 

Apa itu SEAMEO-Japan ESD Award?

SEAMEO-Japan ESD Award merupakan penghargaan yang diinisiasi oleh Organisasi Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara (Southeast Asian Ministers of Education Organization/SEAMEO), dan Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology/MEXT) Jepang, bekerja sama dengan UNESCO Asia-Pasifik Biro Regional untuk Pendidikan, untuk mendukung upaya mempromosikan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) di Asia Tenggara.

Dibentuk sejak tahun 2012, penghargaan ini secara rutin diberikan setiap tahunnya untuk mengapresiasi praktik-praktik terbaik dalam penerapan ESD di sekolah-sekolah di Asia Tenggara. Secara rinci, tujuan dari SEAMEO-Japan ESD Award adalah:

  • Untuk meningkatkan kesadaran ESD di sekolah-sekolah dan masyarakat di seluruh Asia Tenggara;
  • Untuk mempromosikan praktik terbaik ESD di sekolah dan masyarakat di seluruh Asia Tenggara;
  • Untuk berbagi dan bertukar pengetahuan dan praktik terbaik tentang ESD di sekolah-sekolah di seluruh Asia Tenggara dan Jepang;
  • Untuk mendorong jejaring antar sekolah dan komunitas yang menerapkan praktik ESD di negara-negara Asia Tenggara dan Jepang; dan
  • Untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Apa yang berbeda dari SEAMEO-Japan ESD Award 2019?

Setiap tahunnya, SEAMEO-Japan ESD Award menampilkan tema yang berbeda-beda. Di tahun 2019 ini, tema yang diangkat adalah Building Peace in Schools and Communities (Membangun Perdamaian di Sekolah dan Komunitas). Tema ini diangkat atas dasar pertimbangan meningkatnya angka kekerasan dan konflik yang terjadi di masyarakat.

Tujuan dari skema penghargaan tahun ini adalah:

1. Untuk meningkatkan kesadaran akan pendidikan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di sekolah-sekolah dan masyarakat di Asia Tenggara dan Jepang.

2. Untuk mempromosikan dan berbagi inisiatif dan praktik-praktik baik yang mendukung pembangunan berkelanjutan melalui integrasi pendidikan perdamaian ke dalam program sekolah yang holistik, dan kontribusi sekolah dalam meningkatkan/mengembangkan “budaya perdamaian” di masyarakat.

3. Untuk mendorong sekolah mengembangkan dan meningkatkan kegiatan dan programnya yang terkait dengan ESD.

 

Dengan mengusung tema Building Peace in Schools and Communities (Membangun Perdamaian di Sekolah dan Komunitas), entri sekolah harus mencakup kriteria berikut:

1. Entri harus relevan dengan tema, dan memberikan rincian akan “Pendidikan Perdamaian” (Peace Education) yang telah diterapkan sekolah untuk menciptakan perdamaian di lingkungan sekolah dan di masyarakat.

    Entri dapat terkait dengan (namun tidak terbatas pada) beberapa isu berikut:

  • Pencegahan praktik intimidasi (bullying)
  • Manajemen konflik dan resolusinya
  • Pengurangan kekerasan
  • Non-diskriminasi
  • Hak asasi manusia
  • Kesetaraan gender
  • Pemahaman antarbudaya
  • Pemahaman antaragama
  • Hal lain yang berkaitan dengan pembangunan ‘Budaya Damai’

2. Entri harus menunjukkan bagaimana program sekolah dapat mempromosikan budaya perdamaian melalui keterlibatan masyarakat yang menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan, memperdalam pengalaman belajar siswa, mendukung perkembangan siswa, dan mempertahankan masyarakat.

3. Entri harus menunjukkan transformasi dalam hal “pengetahuan”, “keterampilan”, “sikap / nilai”, “perilaku”, dan “praktik sehari-hari” siswa, orang tua, dan masyarakat setelah berpartisipasi dalam program sekolah.

4. Entri harus menunjukkan penyebaran informasi yang jelas tentang bagaimana sekolah mentransfer pengetahuan atau membagikan praktik-praktik tersebut ke sekolah lain, dan kepada orang-orang di komunitas untuk membangun budaya perdamaian.

5. Entri harus secara jelas menunjukkan integrasi pendidikan perdamaian dalam semua aspek sekolah seperti kebijakan sekolah, rencana manajemen, kurikulum, praktik belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler dan siswa, upaya kemitraan, partisipasi masyarakat, dan sebagainya. (Keterangan lebih lanjut, silakan merujuk ke “Formulir Pengiriman”.)

 

Siapa yang dapat turut serta pada SEAMEO-Japan ESD Award?

Semua sekolah, baik negeri maupun swasta, di semua jenjang pendidikan dari TK/SD/SMA/SMK/sederajat di 11 negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diperkenankan mengirimkan informasi tentang program, proyek dan kegiatan yang sesuai dengan tema kompetisi tahun ini.

 

Apa hadiah yang diberikan SEAMEO-Japan ESD Award?

Pemenang pertama:

Uang sejumlah 1500 USD

Study tour ke Jepang

 

Pemenang kedua:

Uang sejumlah 1000 USD

 

Pemenang ketiga:

Uang sejumlah 500 USD

 

Hadiah spesial dari Sekretariat SEAMEO bagi program terbaik yang dilaksanakan pada sekolah kecil dengan jumlah siswa kurang dari 250 orang — Uang sejumlah 1000 USD.

 

 

Bagaimana kriteria penjurian SEAMEO-Japan ESD Award?

Komite juri akan mempertimbangkan kriteria berikut dalam memilih pemenang:

1. Integrasi Strategi/Modalitas untuk Implementasi

2. Inovasi dan Kreativitas

3. Pendekatan Proses Belajar Mengajar

4. Keterlibatan Komunitas

5. Keberlanjutan

6. Keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) lainnya

7. Dampak

 

Kapan batas terakhir pengajuan entri?

Tenggat pengajuan entri adalah Senin, 2 September 2019. Pengajuan yang terlambat tidak akan diterima.

Sekolah dapat menyerahkan “Formulir Pengajuan SEAMEO-Japan ESD Award 2019” dan materi pendukung lainnya ke Sekretariat SEAMEO. Formulir Pengajuan dapat diunduh dari tautan http://bit.ly/2019SEAMEOJapanESDAward

Semua pengajuan entri dan pengiriman materi pendukung harus melalui tautan google yang disediakan di bawah ini:

http://bit.ly/2019ESDAward-submission

Catatan penting:

Hanya pengiriman melalui tautan google di atas yang akan diterima.

 

Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi tautan berikut:

2019 SEAMEO-JAPAN ESD Award

SEAMEO-JAPAN ESD AWARD

 

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud

 



Leave a Reply