Indonesia Raih UNESCO Confucius Prize for Literacy 2019 Lewat Program BASAbali Wiki

UNESCO Confucius Prize

Jakarta, KNIU — Satu lagi prestasi berhasil ditorehkan dalam daftar capaian Indonesia dalam bidang literasi. Organisasi BASAbali asal Bali, Indonesia, berhasil meraih penghargaan UNESCO Confucius Prize for Literacy tahun 2019 untuk programnya yang bertajuk “BASAbali Wiki”. Penghargaan diserahkan oleh Asisten Direktur Jenderal UNESCO bidang Pendidikan, Stefania Giannini, kepada Ketua BASAbali Wiki, Gde Nala Antara, pada momentum perayaan Hari Literasi Internasional (International Literacy Day) 2019 yang diselenggarakan pada Senin (09/09/19) di Markas Besar UNESCO (UNESCO Headquarter) di Paris, Prancis.

Sumber: twitter.com/basabali

Disampaikan oleh Ketua BASAbali Wiki, Gde Nala Antara, Organisasi BASAbali memiliki tujuan untuk melestarikan dan memperkuat bahasa lokal yang terancam punah dengan menciptakan dan meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat akan bahasa tersebut. BASAbali adalah sebuah bentuk kolaborasi antara aktivis, cendekiawan, dan seniman dalam penguatan bahasa lokal di samping bahasa nasional dan internasional. Dalam meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat, BASAbali turut melibatkan masyarakat lokal, nasional, dan internasional untuk menghasilkan konten yang ditampung pada sebuah wadah digital bernama “BASAbali Wiki”.

“Kami percaya bahwa untuk mencapai dampak yang berkelanjutan pada multilingualisme, kita harus bergerak pada level lokal, regional, nasional, dan internasional. Untuk menumbuhkan literasi, khususnya dengan bahasa lokal, kita perlu melakukan lebih dari sekedar menciptakan sumber daya. Kita perlu melibatkan masyarakat sipil dalam mengembangkan norma literasi dan multibahasa,” ujar Gde Nala Antara.

BASAbali Wiki merupakan alat utama yang dikembangkan organisasi BASAbali, yaitu berupa kamus, ensiklopedia, dan perpustakaan virtual berbasis multimedia dan multibahasa (bahasa Bali-Indonesia-Inggris). Perpaduan tiga bahasa dalam satu platform ini sebagai percontohan bagaimana keragaman bahasa dapat berkembang dan memperkuat satu sama lain. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2011, hingga saat ini BASAbali Wiki telah digunakan oleh lebih dari setengah juta orang. Kelompok sasaran utama dari program ini adalah generasi muda.

“Tujuan kami adalah agar anak cucu generasi ini menghargai literasi dan multibahasa. Secara langsung, kami menargetkan kepada anak-anak, remaja dan dewasa muda sebagai panutan bagi rekan-rekan mereka yang lebih muda, dan orang tua muda yang dapat menciptakan lingkungan membaca, menulis, dan menggunakan bahasa lokal, nasional, dan internasional ”, kata Gde Nala Antara.

Organisasi BASAbali merupakan satu dari tiga penerima penghargaan UNESCO Confucius Prize for Literacy tahun 2019. Dua penerima lain berasal dari Kolombia dan Italia. Di samping Confucius Prize, pada kesempatan yang sama, UNESCO juga menganugerahi penghargaan UNESCO King Sejong Literacy Prize kepada dua pemenang asal Aljazair dan Senegal. Kedua penghargaan ini (UNESCO Confucius Prize for Literacy dan UNESCO King Sejong Literacy Prize) merupakan bagian dari UNESCO International Literacy Prizes yang setiap tahunnya memberikan lima penghargaan terhadap pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menciptakan dan mengembangkan inovasi di bidang literasi.(DAS)

UNESCO Confucius Prize

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply