Terbuka Kesempatan Pengajuan Nominasi UNESCO/Jikji Memory of the World Prize 2020

UNESCO/Jikji Memory of the World Prize 2020

 

Dengan kesadaran akan pentingnya warisan dokumenter bagi perdamaian dunia, sejak tahun 1992, UNESCO telah berkomitmen untuk mendorong pelestarian warisan dokumenter dunia dengan meluncurkan program Ingatan Kolektif Dunia atau Memory of the World (MoW). Warisan-warisan dokumenter dunia, seperti manuskrip dan arsip, yang memiliki nilai dan pengaruh luar biasa bagi kemanusiaan diinskripsi sebagai Memory of the World oleh UNESCO. Salah satunya adalah buku asal Republik Korea, Jikji.

Jikji (atau disebut juga dengan Buljo Jikji Simche Yojeol/Jikji Simche Yojeol/Jikji Simche/Jikji Simgyeong) adalah dokumen cetak yang berisi kumpulan pemikiran biksu-biksu yang paling berpengaruh sepanjang era Goryeo (918-1392) tentang praktik seon (zen). Jikji merupakan buku pelajaran penting untuk mendalami Buddhisme pada masa itu. Selain itu, Jikji menjadi bukti tertua dari diterapkannya salah satu teknik percetakan “modern” kala itu. Di sekitar abad ke-7 hingga ke-12, teknik percetakan yang umum dipakai adalah dengan menggunakan balok kayu. Akan tetapi, Jikji dicetak dengan metode pengetikan menggunakan logam yang dapat digerakkan (movable metal type). Dengan demikian, Jikji merupakan bukti yang menandakan perubahan teknis penting dalam sejarah percetakan yang diterapkan umat manusia. Atas dasar inilah Jikji diinskripsi sebagai Memory of the World oleh UNESCO pada tahun 2001.

Untuk memperingati diinskripsinya Jikji sebagai Memory of the World, Pemerintah Republik Korea bersama UNESCO membentuk suatu prize bertajuk UNESCO/Jikji Memory of the World Prize. Tahun 2020 ini merupakan kali ke delapan (8) diselenggarakannya UNESCO/Jikji Memory of the World Prize setelah disetujui oleh Executive Board UNESCO pada April 2004. Sebagai prize yang diadakan setiap dua tahun sekali, UNESCO/Jikji Memory of the World Prize bertujuan untuk memberikan penghargaan atas upaya-upaya preservasi dan aksesibilitas terhadap warisan dokumenter sebagai warisan kemanusiaan.

Tahun ini, UNESCO kembali membuka kesempatan untuk mengajukan nominasi UNESCO/Jikji Memory of the World Prize 2020. Kesempatan ini terbuka bagi pihak-pihak (individu maupun institusi) yang bergerak di bidang pelestarian dan konservasi warisan dokumenter. Tersedia hadiah sejumlah 30.000 USD bagi pihak yang telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk preservasi dan aksesibilitas terhadap warisan dokumenter.

Untuk mengajukan nominasi kandidat, silakan pelajari dokumen panduan di bawah ini:
Panduan UNESCO/Jikji Memory of the World Prize

Nominasi harus diajukan dalam bahasa Inggris atau Perancis dengan mengisi formulir nominasi  dan telah melalui tahap konsultasi dengan Komisi Nasional untuk UNESCO (dalam hal ini, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/KNIU Kemendikbud) atau Organisasi Non-Pemerintah yang terafiliasi resmi dengan UNESCO.

Dokumen proposal yang akan dikirimkan harus menekankan pada:

  • Dampak dari kontribusi kandidat terhadap pelestarian dan aksesibilitas warisan dokumenter, melalui kegiatan yang diujicobakan dan dikembangkan, inovasi, kepemimpinan, publikasi, dll;
  • Penjabaran terkait kendala yang harus diatasi oleh kandidat dalam melakukan pelestarian dan mengakses pekerjaan di bidang warisan dokumenter.

Unduh formulir pendaftaran di sini.

Dokumen nominasi dikirimkan selambat-lambatnya pada 30 April 2020, ke:

Mr Fackson Banda

Head, Documentary Heritage Unit (Memory of the World), Communication and Information Sector, UNESCO
7 place de Fontenoy, 75732 Paris Cedex 15
Telp: +33.1.45.68.09.08
Email: f.banda@unesco.org dan mowsecretariat@unesco.org

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi laman berikut:

UNESCO/Jikji Memory of the World Prize

UNESCO/Jikji Memory of the World Prize 2020

 

Ikuti akun media sosial KNIU Kemendikbud:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply