Terbuka Kesempatan untuk Mengajukan Aplikasi Keanggotaan UNESCO Global Network of Learning Cities

UNESCO Global Network of Learning Cities

UNESCO mengundang kota-kota dari seluruh dunia untuk mengajukan aplikasi keanggotaan pada Jejaring Global Kota Pembelajaran UNESCO (UNESCO Global Network of Learning Cities). Mengingat dunia sedang mengalami masa berat di tengah pandemi Covid-19, UNESCO mengundur tenggat pengajuan aplikasi menjadi tanggal 30 Juni 2020.

 

Apa itu UNESCO Global Network of Learning Cities?

UNESCO Global Network of Learning Cities (GNLC) adalah jejaring kota-kota pembelajaran (learning cities) yang berorientasi  pada kebijakan internasional yang memungkinkan anggotanya untuk dapat saling memberikan inspirasi, keterampilan, serta praktik baik terkait pembelajaran sepanjang hayat untuk semua (lifelong learning for all). Jejaring ini mendukung tercapainya 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG), khususnya SDG 4 (memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan setara serta mempromosikan kesempatan pembelajaran sepanjang hayat untuk semua) dan SDG 11 (membuat kota dan pemukiman menjadi inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan).

UNESCO GNLC mendukung dan meningkatkan praktik pembelajaran sepanjang hayat di kota-kota dunia dengan mempromosikan dialog kebijakan dan pembelajaran sesama di antara kota-kota anggota; mendokumentasikan strategi dan praktik baik yang efektif;  membangun dan membina kemitraan; menyediakan pengembangan kapasitas; dan mengembangkan instrumen untuk mendorong dan merekognisi kemajuan yang dicapai dalam membangun sebuah kota pembelajaran (learning city).

 

Apa itu learning city?

Didorong oleh prinsip inklusi, learning cities memajukan kebijakan dan praktik yang mendorong pembangunan berkelanjutan, terutama melalui program pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) yang mendorong terjadinya kesetaraan, kohesi, dan perdamaian.

Learning city adalah kota yang mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat untuk semua (lifelong learning for all). UNESCO mendefinisikan learning city sebagai kota yang:

  • memobilisasi sumber daya secara efektif di setiap sektor untuk mempromosikan pembelajaran inklusif, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi,
  • merevitalisasi pembelajaran dalam keluarga dan masyarakat,
  • memfasilitasi pembelajaran untuk dan di tempat kerja,
  • memperluas penggunaan teknologi pembelajaran modern,
  • meningkatkan kualitas dan keunggulan dalam pembelajaran,
  • menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat.

Dengan demikian, learning city merupakan kota yang memungkinkan orang-orang dari segala usia, dari beragam latar belakang sosial ekonomi dan budaya, untuk mendapatkan manfaat dari pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta kesempatan belajar sepanjang hayat.

 

Apa itu pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning)?

Secara singkat, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dapat didefinisikan sebagai sistem pembelajaran berkelanjutan yang dapat diciptakan dengan memberikan peluang belajar bagi setiap orang melalui pendidikan formal, non-formal dan informal.

Pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) merupakan dasar dari pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan pengetahuan melalui sistem pembelajaran sepanjang hayat lebih siap untuk beradaptasi dengan perubahan di lingkungan mereka. Oleh karena itu lifelong learning dan learning society memiliki peran penting dalam memberdayakan setiap orang demi melakukan transisi ke masyarakat yang berkelanjutan.

 

 

Sebagai penghubung antara program UNESCO dengan program Pemerintah Indonesia maupun sebaliknya, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO turut mengundang kota-kota dari seluruh wilayah Indonesia untuk mengajukan aplikasi keanggotaan pada Jejaring Global Kota Pembelajaran UNESCO (UNESCO Global Network of Learning Cities). Berikut adalah langkah pengajuan aplikasi sebagai anggota UNESCO GNLC:

  1. Berkonsultasi dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemendikbud) terkait regulasi keanggotaan UNESCO GNLC. Baca lebih lanjut terkait regulasi di sini.
  2. Telah membaca, memahami, dan berkomitmen untuk mengimplementasi konsep-konsep learning city sesuai dengan yang dituangkan dalam Dokumen Panduan UNESCO GNLC. Unduh dan pelajari Dokumen Panduan UNESCO GNLC di sini.
  3. Lengkapi formulir aplikasi keanggotaan dan cari dukungan formal yang diresmikan oleh walikota/bupati daerah setempat. Unduh formulir aplikasi di sini.
  4. Kirimkan formulir aplikasi beserta dokumen pendukung lain ke Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemendikbud) melalui surel di alamat kniu@kemdikbud.go.id dan/atau incu.moec@gmail.com. Pengiriman dokumen paling lambat tanggal 30 Juni 2020, dengan diteruskan ke tim koordinasi UNESCO GNLC (learningcities@unesco.org).

 

Selanjutnya, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemendikbud) akan meninjau dokumen aplikasi Anda, untuk kemudian diberikan dukungan. KNIU Kemendikbud akan meneruskan keseluruhan dokumen aplikasi beserta surat pernyataan dukungan ke tim koordinasi UNESCO GNLC, dengan juga mengirimkan salinannya kepada kota pendaftar.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi tautan-tautan berikut:

Menjadi Anggota UNESCO Global Network of Learning Cities

Lebih Lanjut tentang UNESCO Global Network of Learning Cities

Bergabung di UNESCO Global Network of Learning Cities

Dokumen-dokumen Panduan UNESCO Global Network of Learning Cities

Daftar Anggota UNESCO Global Network of Learning Cities

 

UNESCO Global Network of Learning Cities

 

Ikuti akun media sosial KNIU Kemendikbud:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply