Terbuka Kesempatan Pengajuan Nominasi UNESCO King Hamad Bin Isa Al-Khalifa Prize for the Use of ICT in Education 2020

ICT in Education Prize

Di tengah kehidupan bermasyarakat yang saling terhubung dan dinamis saat ini, teknologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan mutu pengajaran, pembelajaran, dan memperluas akses ke pendidikan berkualitas. Menurut International Telecommunication Union, sekitar 95% dari populasi global tinggal di wilayah dengan setidaknya jaringan seluler dasar setingkat 2G. Artinya, hampir setiap orang yang memiliki perangkat yang terkoneksi dapat memperoleh manfaat dari program pendidikan berdasarkan solusi teknologi.

UNESCO King Hamad Bin Isa Al-Khalifa Prize for the Use of ICT in Education menyoroti dan mengapresiasi upaya pendekatan-pendekatan inovatif dalam memanfaatkan teknologi terkini untuk memperluas peluang pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat bagi semua. Hal ini sejalan dengan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (the 2030 Agenda for Sustainable Development) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan.

Didirikan pada tahun 2005 dengan dukungan Kerajaan Bahrain, UNESCO King Hamad Bin Isa Al-Khalifa Prize for the Use of ICT in Education diberikan kepada individu dan/atau organisasi yang menjalankan proyek luar biasa dalam mempromosikan penggunaan teknologi secara kreatif untuk meningkatkan pembelajaran, pengajaran, dan kinerja pendidikan secara keseluruhan di era digital.

Setiap tahun, Dewan Juri Internasional yang terdiri dari lima pakar independen yang berasal dari berbagai negara didaulat oleh Direktur Jenderal UNESCO untuk memilih dua proyek terbaik. Setiap pemenang terpilih akan menerima uang sebesar 25.000 USD, medali, dan sertifikat yang diserahkan pada upacara penghargaan di Markas Besar UNESCO (UNESCO Headquarter) di Paris, Prancis.

UNESCO King Hamad Bin Isa Al-Khalifa Prize for the Use of ICT in Education mengusung tema khusus yang berbeda setiap tahunnya. Tema yang ditentukan sejalan dengan mandat dan nilai-nilai UNESCO serta mengandung anjuran penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang bertanggung jawab dan etis.

Tema edisi 2020 adalah penggunaan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan kontinuitas dan kualitas pembelajaran (the use of Artificial Intelligence to enhance the continuity and quality of learning).

 

Lini masa aplikasi nominasi UNESCO King Hamad Bin Isa Al-Khalifa Prize for the Use of ICT in Education edisi 2020:

  • September 2020: Pengumuman dibukanya kesempatan pengajuan nominasi
  • 18 Desember 2020: Tenggat pengajuan nominasi
  • Januari 2021: Rapat Dewan Juri Internasional untuk penentuan pemenang
  • April 2021: Upacara penghargaan

 

ICT in Education Prize

Laman terkait:

Proses Pengajuan Nominasi UNESCO King Hamad bin Isa Al-Khalifa Prize for The Use of ICT in Education 2020

Ikuti akun media sosial KNIU Kemendikbud:

FacebookKomisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitterkniukemdikbud

Instagramkniukemdikbud



Leave a Reply