Tentang Kami

Indonesia merupakan anggota UNESCO sejak 1950. Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) didirikan pada tahun 1952 dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayan No. 37978/KAB tanggal 20 Oktober 1952. Pada tahun 1977, sejalan dengan perkembangkan kerja sama dengan UNESCO yang semakin meningkat, komite tersebut ditata ulang dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0257/P/1977 tanggal 11 Juli 1977, serta nama “Komite” diganti dengan “Komisi”.

Komisi ini merupakan badan pemerintah non-struktural yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta menghubungkan UNESCO dan Pemerintah Republik Indonesia.

Di Indonesia, kegiatan UNESCO diimplementasikan oleh beberapa kementerian dan lembaga. KNIU bertanggung jawab atas koordinasi seluruh kegiatan UNESCO yang diimplementasikan oleh kementerian dan lembaga tersebut. KNIU terdiri atas: Komisi Pleno, Komisi Harian, Empat Program dan beberapa Komite Khusus, serta sebuah Sekretariat. Komisi Pleno mencakup pejabat eselon satu dari delapan belas kementerian, serta Ketua dan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.

KNIU juga memiliki dua Koordinator Nasional, yaitu Koordinator Nasional ESD dan Koordinator Nasional ASPnet. Adapun Sekretariat mencakup empat Seksi dengan anggaran yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sementara anggaran untuk pelaksanaan program UNESCO disediakan oleh kementerian terkait.

Dapat dikatakan, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO merupakan badan penasehat, penghubung, informasi, dan pelaksana, yang bertugas untuk melibatkan diri dalam perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi rencana dan program UNESCO di tingkat internasional, regional, dan nasional.

Kebijakan terkait kegiatan UNESCO didiskusikan oleh Komisi Harian dan Komite Khusus, sementara kebijakan strategis, program, pemantauan dan evaluasi kegiatan dibahas oleh Komisi Pleno, serta dikomunikasikan pada General Conference UNESCO.

Bidang Pendidikan
  • Associated School Project Network (ASPnet)
  • Inclusive Education
  • Education for Sustainable Development (ESD)
  • Lifelong Learning
  • Global Citizenship Education (GCED)
  • International Task Force on Teachers
  • Adiwiyata Green School of Indonesia (AGSI)
  • International Education and Research Network (iEARN)
  • Early Childhood Care and Education (ECCE)
  • Technical and Vocational Education and Training (TVET)
  • UNESCO Global Network of Learning Cities
Bidang Kebudayaan
  • World Heritage 1972 Convention / World Cultural Heritage
  • Intangible Cultural Heritage (ICH) 2003 Convention
  • UNESCO Creative Cities Network (UCCN)
  • Cultural Diversity 2005 Convention
  • World Heritage Camp Indonesia
  • Centre for Human Evolution, Adaptations, and Dispersals in Southeast Asia (CHEADSEA)
Bidang Ilmu Pengetahuan
  • Man and Biosphere (MAB)
  • World Natural Heritage
  • Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC)
  • International Hydrology Programme (IHP)
  • Asia Pacific for Ecohydrology (APCE)
  • Management of Social Transformation (MOST)
  • World Water Day
  • International Bioethics Committee (IBC)
  • UNESCO-L’Oreal for Woman in Science (FWIS)
  • UNESCO Global Geoparks (UGG)
Bidang Komunikasi dan Informasi
  • Global Media Forum
  • Memory of the World (MOW) / Memory of the Nation (MON)
  • Information for All Programme (IFAP)
  • International Programme for Development of Communication (IPDC)
  • Freedom of Expression
  • World Press Freedom Day
  • Safety for Journalists