Man and Biosphere

Wilayah kepulauan komodo ditunjuk sebagai wilayah Cagar Biosfer sejak tahun 1977. Cagar Biosfer Komodo ini menjadi bagian dari Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur) dengan kawasan inti seluas 173.300 ha. Kepulauan ini dihuni oleh sekitar 5.700 kadal raksasa yang tampak seperti naga sehingga disebut sebagai Komodo Dragon. Spesies komodo yang hanya ada di Indonesia ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengunjungi situs Man and Biosfer yang telah diakui UNESCO ini.

Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah. Tanjung Puting ditutupi oleh sebuah mosaik kompleks habitat dataran rendah yang beragam. Berisi 3.040 km2 (atau 1.174 mil persegi) dari dataran rendah dan daerah berawa yang diselingi oleh sungai yang mengalir ke Laut Jawa. Di muara sungai-sungai dan di sepanjang pantai laut ditemukan rawa nipa/bakau. Bakau menyatu dengan kehidupan binatang. Hewan paling terkenal di Tanjung Puting adalah orangutan, yang dibuat terkenal melalui upaya jangka panjang Penelitian Orangutan dan Program Konservasi.

Didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor pada waktu itu, dengan nama Bergtuin te Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas). Pada awalnya dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah Pohon Kina (Cinchona calisaya). Kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas. Mulai tahun 2003 status Kebun Raya Cibodas menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Lore Lindu terletak di distrik administratif Donggala dan Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Secara geografis, terletak di ketinggian antara 500 dan 2.600 meter di atas permukaan laut (dpl). Lore Lindu dinobatkan sebagai taman nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan pada bulan Juni 1999, dengan luas total 217,991.18 hektar.

Leuser merupakan habitat bagi sebagian besar fauna, mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi hingga ikan dan invertebrata. Gunung Leuser memiliki skor tertinggi untuk kontribusi konservasi terhadap kawasan konservasi Indo – Malaya. Selain itu, lebih dari empat juta orang tinggal di dalam atau berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Leuser, dengan banyak kelompok etnis yang berbeda diwakili. Kebanyakan dari mereka adalah petani dan sangat tergantung pada perlindungan taman ini untuk nafkah hidup mereka.

Pulau Siberut telah diisolasi dari daratan utama sekitar 500.000 tahun dan telah menjalani proses evolusinya sendiri dengan pengaruh kecil dari daratan yang memungkinkan untuk mengembangkan lingkungan spesifik dan endemik. Pada tahun 1993, bagian barat pulau itu ditetapkan sebagai Taman Nasional, seluas 190.500 ha. Populasi di Siberut diperkirakan antara 30.000 dan 35.000, mewakili kepadatan populasi sekitar 7,5 / km².

Bukit Batu, merupakan daerah lahan gambut di Sumatera yang membatasi produksi kayu yang berkelanjutan dan memiliki dua suaka margasatwa yang merupakan rumah bagi harimau Sumatera, gajah, tapir , dan beruang madu. Kegiatan penelitian di biosfer meliputi pemantauan spesies unggulan dan penelitian secara mendalam tentang ekologi lahan gambut. Penelitian awal menunjukkan potensi yang baik untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan menggunakan flora dan fauna untuk kesejahteraan ekonomi penduduk.

Wakatobi merupakan singkatan untuk empat pulau utama, yaitu Wangi – Wangi, Kaledupa , Tomia dan Binongko, bersama dengan pulau-pulau kecil yang terdiri dari kepulauan Tukang Besi di ujung tenggara Sulawesi. Kepulauan ini terkenal karena keanekaragaman taman karang yang spektakuler. 3,4 juta acre pulau Wakatobi dan perairannya dinyatakan sebagai taman nasional pada tahun 1996. Populasi manusia beragam etnis berusaha untuk membuat area laboratorium pembelajaran di bidang-bidang seperti perikanan dan pertanian. Keindahan wakatobi menjadikannya diakui UNESCO tahun 2012 sebagai salah satu cagar budaya dunia.

Taman laut Taka Bonerate merupakan kawasan dengan atol terbesar ketiga di dunia. Luas total dari atol ini 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km yang terletak di di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Taka bone rate diakui sebagai salah satu cagar biosfer oleh UNESCO pada tahun 2015.

Kawasan Bromo telah menjadi salah satu Taman Nasional pada tahun 1982, namun statusnya sebagai Cagar Biosfer baru diresmikan pada tahun 2015. Wilayah Bromo Tengger Semeru Arjuna terdapat 137 spesies burung, 22 spesies mamalia dan 4 spesies reptil yang dilindungi. Termasuk juga flora ‘abadi’, Edelweiss Jawa.

Blambangan, Jawa Timur telah ditetapkan menjadi situs Cagar Biosfer Dunia (Biosphere Reserves) oleh UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Kawasan Cagar Biosfer Blambangan terdiri atas tiga kawasan Taman Nasional yaitu Alas Purwo, Baluran, dan Meru Betiri, serta Cagar Alam Kawah Ijen. Penetapan Cagar Biosfer Blambangan ini dilakukan pada International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO ke-28 yang berlangsung di Kota Lima, Peru, pada 18-20 Maret 2016 lalu.

©mab-indonesia.com

Cagar Biosfer Berbak-Sembilang merupakan cagar biosfer yang terletak di pantai tenggara Sumatera, lebih tepatnya berada di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, Indonesia. Total area cagar biosfer ini meliputi 3.819.837,28 hektar (3.667.336,26 ha terestrial, laut 152.501,02 ha), yang terdiri dari area inti 502.666,97 ha (terestrial 458.655,23 ha, lautan 44.011,74 ha), zona penyangga dari 922.965,29 ha (terrestrial 814,47 ha dan laut 108.489,28 ha) dan area transisi 2.394.205,02 ha (hanya terrestrial). Area inti memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi menjadikannya sebagai habitat yang cocok untuk berbagai flora dan fauna Sumatra, spesies langka dan situs Ramsar. Dengan demikian cagar biosfer ini berperan penting dalam kelestarian sumber daya alam untuk Indonesia dan bahkan dunia.

©UNESCO

Terletak di ujung timur provinsi Kalimantan Barat, di pulau Kalimantan, Indonesia, cagar biosfer ini terdiri dari dua taman nasional, yaitu Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Cagar biosfer ini merupakan fitur hutan hujan tropis dataran rendah dan gunung yang unik dan dihuni oleh beragam jenis flora dan fauna.

©UNESCO

Cagar biosfer ini meliputi Pulau Lombok, bagian dari Kepulauan Sunda Kecil, dan terdiri dari daerah pantai yang relatif datar dan berbukit, serta daerah pegunungan. Puncak tertinggi dari cagar biosfer ini adalah Gunung Rinjani yang merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia (3.726 meter di atas permukaan laut). Cagar Biosfer Rinjani-Lombok memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdiri dari berbagai jenis vegetasi hutan (hutan sabana, gunung, dan hutan hujan dataran rendah), sekitar 40% di antaranya adalah hutan primer. Sumber utama pendapatan penduduk berasal dari hortikultura (sayuran dan buah-buahan), tanaman sereal (beras), peternakan (sapi, kambing dan ayam) dan budidaya kopi dan kakao.

Cagar Biosfer Saleh-Moyo-Tambora (SAMOTA) merupakan keterwakilan dari ekosistem yang terletak sepanjang wilayah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan area total seluas 728.484,44 hektar, cagar biosfer ini melindungi berbagai tipe ekosistem di wilayah Lesser Sunda, seperti flora dan fauna di hutan pegunungan di wilayah Gunung Api Tambora dan Pulau Moyo, serta kekayaan satwa perairan di Selat Saleh.

Cagar Biosfer Togean Tojo Una Una merupakan bagian dari Wilayah Segitiga Koral Dunia (World Coral Triangle Area) yang terletak di Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan luas total 2.187.632 hektar; yang terdiri dari Zona Inti (Core Zone), Zona Penyangga (Buffer Zone), dan Zona Transisi (Transition Zone); cagar biosfer ini melindungi ekosistem pantai, padang lamun, dan terumbu karang terpenting di wilayah World Coral Triangle, terutama di Teluk Tomini.