Kabupaten/Kota Sampaikan Apresiasi dan Tunjukkan Semangat yang Tinggi untuk Bergabung dalam Keanggotaan UNESCO Creative Cities Network

UNESCO Creative Cities Network (UCCN)

 

Jakarta, KNIU — “Dengan mengikuti kegiatan ini, kami semakin termotivasi untuk dapat mengikuti jejak Kota Pekalongan dan Bandung yang telah berhasil menjadi anggota dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UCCN).” ujar Juliansyah, Kepala Sub Bidang Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kasubid Juliansyah merupakan salah satu peserta terundang dalam kegiatan Lokakarya Sosialisasi Program Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) yang diselenggarakan pada Kamis (13/06/2019) di Jakarta.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini dihadiri oleh delapan pemimpin daerah dan sejumlah jajaran tinggi pemerintah dari 35 Kabupaten/Kota, serta pemangku kepentingan terkait program Kota Kreatif. Kedelapan pemimpin daerah yang hadir yaitu Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah; Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz; Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina; Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi; Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga;  Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin; Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi; dan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Kegiatan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi akan Program Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (KemenPPN/Bappenas), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), serta Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Turut hadir pula perwakilan dari pemerintah daerah Kota Pekalongan dan Bandung yang membagikan praktik baiknya dalam mengelola kotanya sebagai Kota Kreatif yang telah menjadi bagian dari keanggotaan UCCN sejak tahun 2014 dan 2015 yang lalu.

Peserta kegiatan yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah asal 35 kabupaten/kota yang telah melalui Program Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Bekraf menunjukkan animo yang tinggi terhadap materi-materi yang disajikan para narasumber yang dihadirkan. Ditemui di akhir kegiatan, para peserta menyatakan bahwa kegiatan ini dirasa sangat menarik dan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi daerah yang hendak mencapai predikat Kota Kreatif Nasional, maupun bagi daerah yang tengah bersiap menempuh target selanjutnya, yaitu Kota Kreatif Global/ UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Terkait dengan kiat menjadi Kota Kreatif yang sukses dan berkelanjutan, Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyampaikan dalam sambutannya tentang pentingnya kabupaten/kota untuk berjejaring.

“Kunci sukses dari sebuah Kota Kreatif adalah berjejaring, baik secara nasional maupun internasional,” ujar Hari Santosa Sungkari.

Mendukung pernyataan Deputi Hari, salah satu narasumber asal komunitas Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki Chikara Satari, dalam paparannya menyatakan bahwa fungsi membangun jejaring antara Kota-Kota Kreatif bukan hanya bagaimana menciptakan nilai tambah, tetapi juga bagaimana membuat nilai baru.

“Yang ingin kita bangun dari berjejaring adalah pusaran ekosistem ekonomi kreatif dari potensi kreatif di tiap-tiap daerah berdasarkan peta jalan (roadmap) masing-masing dengan metodologi yang tepat. Sehingga saat bicara tentang penciptaan lainnya, kita tidak lagi bicara tentang bagaimana menciptakan nilai tambah, melainkan menciptakan nilai baru.” ujar Fiki.

 

Lebih dari Sebuah Penetapan

Mendasari seluruh rangkaian kegiatan, satu semangat yang disetujui bersama oleh pemangku kepentingan terkait program Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) adalah keberhasilan suatu kota menjadi bagian dari keanggotaan UCCN bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana untuk menjaga keberlanjutan (sustainability) ekosistem kreatif di kota tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kawasan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Saleh, bahwa semangat pengembangan kota dengan memanfaatkan kreativitas untuk meningkatkan kualitas kehidupan dalam kota yang berkelanjutan tidak hanya berhenti di penetapan.

“Penetapan suatu kota sebagai Kota Kreatif jangan sekedar awarding saja, tapi harus berorientasi what’s next, agar menjadi suatu program yang berkelanjutan.” ujar Chairul.

Sejalan dengan Chairul Saleh, Hari Santosa Sungkari menyatakan bahwa pembangunan Kota Kreatif jauh melampaui dari sekedar membangun kota secara fisik.

“Membangun Kota Kreatif bukan sekedar melakukan pembangunan fisik, tetapi juga untuk memberikan roh pada suatu kota agar dapat membangun kehidupannya secara kreatif dan berkelanjutan.” ujar Hari.

 

Tentang UNESCO Creative Cities Network (UCCN)

UNESCO Creative Cities Network (UCCN) adalah program UNESCO yang dibentuk pada tahun 2004 dengan tujuan untuk mempromosikan kerja sama di antara kota-kota dunia yang mengidentifikasi kreativitas sebagai faktor strategis untuk pembangunan kota yang berkelanjutan. Terdapat tujuh kategori yang dapat menjadi identifikasi sebuah kota sebagai Kota Kreatif versi UCCN, yaitu Kerajinan dan Kesenian Rakyat (Crafts and Folk Arts), Kesenian Media (Media Arts), Musik, Film, Desain, Gastronomi, dan Sastra (Literature).

Sebuah kota dapat menjadi bagian dari UCCN apabila telah menempatkan kreativitas dan industri budaya sebagai inti dari strategi pengembangan kota tersebut untuk membuatnya menjadi inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan, yang sejalan dengan Agenda 2030 PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan.  Kesempatan untuk menjadi bagian dari UCCN terbuka setiap dua tahun sekali. Pada siklus pengajuan di tahun 2019 ini, setiap negara anggota UNESCO dapat mengajukan aplikasi dengan rekomendasi dari Komisi Nasional untuk UNESCO sejumlah maksimum empat aplikasi. Kemudian, penetapan akan dapat diberikan pada suatu negara anggota sejumlah maksimum dua kota dalam dua kategori kreatif yang berbeda.

Hingga saat ini, kota-kota di dunia yang telah menjadi anggota UCCN sejumlah 180 kota yang tersebar di 72 negara. Dua kota di Indonesia telah menjadi di antaranya, yaitu Pekalongan sebagai Kota Kreatif Kerajinan dan Kesenian Rakyat‪ (Creative City of Crafts and Folk Arts) dan Bandung sebagai Kota Kreatif Desain ‪(Creative City of Design). (DAS)

 

UNESCO Creative Cities Network (UCCN)

 

Ikuti akun media sosial kami:

Facebook: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Twitter: kniukemdikbud

Instagram: kniukemdikbud



Leave a Reply