UNESCO Global Geopark

© Ron Agusta/geoparks.id

Gunung Batur merupakan gunung berapi aktif yang terletak di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Gunung dengan ketinggian 1.717 meter dpl ini memiliki kaldera yang sangat besar dan indah. Kaldera gunung Batur ini terbentuk akibat dua letusan besar yang terjadi pada 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu. Di tengah kalderanya terdapat Danau Batur berbentuk bulan sabit. Danau Batur ini berukuran panjangnya sekitar 7,5 km dan lebar maksimum 2,5 km dengan kelilingnya mencapai 22 km dan luasnya sekitar 16 km2. Gunung batur telah dijadikan warisan geopark dunia sejak tahun 2002.

© Ron Agusta/geoparks.id

Gunung Sewu merupakan salah satu kawasan karst paling istimewa di pulau Jawa. Kawasan yang berbentuk conical hills dengan sekitar 40.000 bukit karst ini memiliki kawasan sepanjang hingga 85 kilometer. Luasan endapan gamping di Gunung Sewu mencapai 1.300 kilometer persegi. Gunung sewu dinobatkan sebagai situs Geopark kedua setelah Gunung Batur. Geopark Dunia (Taman Bumi Dunia) merupakan sebuah kawasan atau situs warisan geologi (geological heritages) yang mempunyai nilai ekologi dan warisan budaya (cultural heritages) yang tinggi sekaligus berfungsi sebagai daerah konservasi, edukasi dan sustainable development.

©UNESCO/Rahmat Adi Priyatna

Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark terletak di pulau Lombok, Indonesia. Sebagai bagian dari Kepulauan Sunda Kecil atau Kepulauan Nusa Tenggara, pulau ini terletak di antara Bali dan Selat Lombok di sebelah barat serta Sumbawa dan Selat Alas di sebelah timur. Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark memiliki bentang alam yang kaya dan beragam, tipe hutan mulai dari sabana dan hutan semi-gugur hingga hutan cemara pegunungan rendah dan hutan cemara pegunungan montana tropis.

©UNESCO/Ronald Agusta

Ciletuh – Palabuhanratu UNESCO Global Geopark terletak di pulau Jawa, di sebelah barat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Geopark ini terletak di perbatasan zona aktif tektonik: zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia, yang terus menyatu sebanyak 4 mm/tahun. Daerah ini ditandai oleh keanekaragaman geologi yang langka yang dapat diklasifikasikan menjadi tiga zona: zona subduksi terangkat batu, lanskap Dataran Tinggi Jampang dan pergeseran zona magmatik kuno dan evolusi busur muka.